Sunday, 11 April 2021


Kinerja Food Estate Kalteng 2021?

05 Feb 2021, 11:14 WIBEditor : Ahmad Soim

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ketika meninjaau lahan food estate | Sumber Foto:Istimewa

Ir. Bayu Wirawan - Kerja di Inspektorat Jenderal Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Aparat di tingkat daerah sampai Kadis Pertanian Provinsi Kalteng sangat supportif dan mau turun langsung ke lapangan untuk keberhasilan food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng). Petaninya juga semangat dan responsive dengan pendampingan dan introduksi teknologi dari Kementerian Pertanian.

In sya Allah food estate (FE) di Provinsi Kalimantan Tengah akan menjadi center of excellence pertanian tropis dunia sekaligus lumbung pangan nasional.

Tinggal memperbaiki infrastruktur jalan, koordinasi dan organisasi leading sector, alur pelaporan. Juga memperdalam teknis korporasi, membangun agroeduwisata, jaminan pasar dan harga, serta pengaturan waktu tanam dan pengendalian hamanya perlu dibenahi, plus...... jangan lupa berdoa sebelum menanam supaya dijauhkan dari musibah.

 Kalau diberi nilai, program food estate ini secara keseluruhan bisa dikasih nilai 7. Kesimpulan itu kita ambil dari data keragaan food estate Kabupaten Pulang Pisau. Kita  lihatnya dari sampel 41 poktan, 3 kecamatan, 11 desa seluas 3.299 ha atau 32,99?ri populasi luas lahan 10.000 ha pada 5 kecamatan dan 28 desa. Berdasarkan rumus sampling Slovin (margin of error 5%, dari populasi 10.000 ha, minimum sampelnya = 385 ha (3,85%).

Secara statistika, dengan sampel 385 ha atau 3,85% saja sebenarnya kesimpulan yang kita tarik sudah valid. Alhamdulillah sampel sudah mencapai 32,99?n in sya Allah masih akan terus bertambah mudah-mudahan bisa di atas 40% atau bahkan 50 persen dengan tambahan input dari 2 kecamatan tersisa yang disisir hari ini. Termasuk bantuan teknologi informasi untuk menambah akurasi data.

 Boleh kita mengingat sejarah IRRI (International Rice Research Institute) yang bermarkas besar di Los Banos Fiipina tidak jauh dari IPB-nya Filipina, University of The Philippines Los Banos (UPLB) Laguna. IRRI seharusnya berlokasi di Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi)-Badan Litbang Kementan di Sukamandi Subang sekarang. Sayang Indonesia batal memperoleh privilege tersebut akibat kebijakan luar negeri Presiden Sukarno yang tidak disukai oleh AS pada dekade 1960an.

 Andai IRRI berlokasi di Sukamandi, Indonesia akan memiliki akses penelitian yang lebih luas terhadap 1,5 juta tetua genetik padi dari seluruh dunia yang disimpan IRRI di sebuah tempat di Kutub Utara. Food Estate adalah cara kita membalas "kekalahan akademik" secara terhormat karena penelitian tentang padi dan komoditas strategis lainnya bisa dilakukan secara intensif di sini.

Terima kasih untuk kerja tim yang taktis dan cepat dalam menilai situasi. Hujan dan jalan rusak adalah bonus yang akan kita kenang bersama sebagai kenangan manis.

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018