Sunday, 11 April 2021


Bupati Sumba Tengah: Food Estate Perbaiki Ekonomi Masyarakat

13 Feb 2021, 10:51 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL tinjau kawasan food estate Rotiklot NTT | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumba Tengah---Selain di Kalimantan Tengah, pemerintah juga mengembangkan kawasan pangan (food estate) di Nusa Tenggara Timur, lokasinya di Kabupaten Sumba Tengah. Food estate terbagi menjadi lima zona. Zona 1 di Desa Umbu Pabal, zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, zona 3 di Desa Elu, zona 4 di Desa Makatakeri dan zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.

Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu mengatakan, program food estate merupakan prioritas kerja utama karena memiliki dampak besar terhadap perbaikan ekonomi di Sumba Tengah. Sejak Mentan meresmikan food estate di Sumba tengah, kami sangat apresiasi karena kebijakan ini sangat mulia dan sangat berharga dihati masyarakat Sumba Tengah, karena sebelumnya kami adalah kabupaten termiskin di Indonesia, yakni 36 persen," kata Paulus.

Luas lahan food estate di Sumba tengah sekitar 5.000 hektar (ha). Terdiri dari lahan sawah 3.000 ha dan ladang 2.000 ha. Sejauh ini menurut Paulus, petani dan masyarakat Sumba Tengah menyambut antusias kehadiran program food estate di 5 zona tersebut. Apalagi, program ini diyakini mampu menaikan taraf hidup mereka dengan mendulang hasil penen yang jauh lebih besar.

"Kalau ini bukan food estate selesai tanamnya pada akhir maret. Sedangkan kita tahu Maret itu hujannya besar dan biasanya kami gagal panen. Tapi sejak ada food estate kami jadi lebih cepat untuk bertanam dan produksinya bagus. Artinya yang tidak terolah menjadi terolah. Kenapa? Karena mekanisasi masuk dan bantuan lainnya juga masuk," tutur Paulus.

Dominggus, salah satu petani di Desa Makatakeri menyambut antusias jalanya program jangka panjang pemerintah, bahkan tanaman di lahan food Estate kini memasuki masa tumbuh sumbur. Bukan hanya itu, food estate sangat berdampak terhadap roda ekonomi keluarga, karena biaya produksi bertani jauh lebih murah.

"Terimakasih kepada bapak Jokowi dan juga kepada Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) karena saya dibantu pupuk dan Alsintan (Alat mesin pertanian), sehingga bertanam dan panen jadi lebih cepat dan menghemat biaya," katanya.

Menurut Dominggus, penghematan biaya bisa dihitung dari proses tanam yang biasanya memakan waktu 2 hari menjadi 2 jam. Bahkan dulu, Dominggus mengakui tak pernah menggunakan pupuk, karena terkendala biaya dan ongkos pengambilan yang sangat mahal.

"Biasanya dulu tanam memakan waktu 2 hari. Saya tak bisa apa-apa karena uang terbatas. Sekarang sudah dibantu pemerintah hanya 2 jam. Belum lagi kami diberi bantuan pupuk. Saya berharap tahun depan food estate tetap berlanjut," kata Dominggus.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018