Sunday, 28 February 2021


Ikuti Anjuran Tanam, Warji Rasakan Panen Memuaskan di Food Estate

15 Feb 2021, 14:14 WIBEditor : Gesha

Petani Warji merasakan manfaat dari mengikuti anjuran tanam | Sumber Foto:Balitbang Pertanian

TABLOIDSINARTANI.COM, Pulang Pisau -- Potensi lahan rawa pasang surut yang tinggi serta teknologi pengelolaannya yang semakin maju sangat mendukung peningkatan ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani. Manfaat inilah yang dirasakan petani dari Desa Belanti Siam, Kecamatan Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Selatan. 

Salah satunya adalah Warji yang menceritakan bahwa selama ia menanam padi di Belanti Siam, ia belum pernah mengalami gagal panen. "Pokoknya ikuti panduan cara tanam. Memang banyak caranya, harus ini, tanah diolah dulu, obat juga banyak. Tapi hasil panen maksimal," ungkapnya saat ditemui di areal persawahan miliknya. 

Sudah dua puluh tahun Warji menjadi Petani di Belanti Siam. Sebelumnya, di tahun 1979, ia bersama pemuda-pemuda lainnya asal Blitar mengikuti program Transmigrasi. Barulah setahun berikutnya, ia ditempatkan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. "Waktu peristiwa Sampit, tahun 2002, saya justru pindah dari Banyuasin ke sini. Kebetulan orang tua saya juga transmigran," katanya. 

Menurutnya, menjadi petani itu tenang, asalkan lahan yang dikelolanya tidak sedikit. Kini, Warji memiliki sawah dengan luas enam hektar yang semula hanya dua hektar. "Kalau lahan garapannya sedikit, itu pas masuk panen selalu was-was. Tapi, kalau empat hektar sampai enam hektar, ibaratnya kita gajian per bulannya ada. Minim 10 juta dibawa pulang setelah bayar-bayar pengeluaran," terangnya. 

Kabupaten Pulang Pisau sendiri merupakan salah satu kabupaten pengembangan food estate dengan luas 10 ribu hektar, sementara untuk kawasan Kalimantan Tengah secara keseluruhan mencapai 164.598 hektar.  Namun, Warji mengakui luasnya areal tanam tidak sebanding dengan sumber daya manusia yang ada. Musim tanam kerap tidak serempak dikarenakan keterbatasan tenaga. "Ada alat tanam, tapi saya biasa cari bantuan tenaga. Satu hektar selesai setengah hari oleh 12 orang. Ini juga yang harus ada solusi," pungkasnya

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018