Senin, 15 Juli 2024


Petani Cilacap Panen Perdana Program PATB di Lahan Perhutani

08 Mar 2021, 12:34 WIBEditor : Yulianto

Petani Cilacap panen perdana di lahan PATB | Sumber Foto:Eti S

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap--- Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) padi menjadi salah upaya peningkatan produksi padi dengan memanfaatkan lahan baru yang belum pernah ditanami. Misalnya dengan cara tumpangsari dengan areal perkebunan, kehutanan, lahan rawa, lahan galian eks tambang dan sebagainya.

Sebagai salah satu sentra padi yang cukup menonjol, Cilacap turut menyumbang tambahan produksi padi  melalui kelompok tani yang tersebar diseluruh Kabupaten Cilacap. Di penghujung Februari dan awal Maret 2021 mulai dilaksanakan panen dari program PATB yang telah diawali tanam padi gogo pada November 2020 lalu.

Kegiatan panen padi sudah dilaksanakan, termasuk Poktan Sari Reja dan Kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Mulyo sebagai pelaksana program PATB wilayah binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Sidareja.  

Kasi Perbenihan dan Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Arif Fatoni mengatakan, Kabupaten Cilacap tengah menjawab tantangan target peningkatan produksi dengan membidik lahan-lahan yang sesuai persyaratan program PATB padi. Implementasinya kita lakukan dalam dua tahap,” ujarnya di sela-sela panen perdana program PATB.

Pertama, seluas 165 ha dengan pelaksananya 8 poktan yang tersebar di Kecamatan Kampung Laut, Binangun, Sidareja dan Bantarsari. Tahap kedua seluas 913 ha dengan pelaksananya 13 kelompok LMDH yang tersebar di Kecamatan Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Sidareja dan Gandrungmangu.

Koordinator BPP Kecamatan Sidareja, Yusuf Irianto menambahkan, panen perdana di lahan PATB ini merupakan permulaan yang bagus. Dari hasil ubinan varietas Inpari 33 yang dilaksanakan Poktan Sari Reja mencapai 5,5 kg, dengan produktivitas diperkirakan mencapai 8,8 ton/ha. Jika luasan PATB 20 ha, maka produksi hampir 176 ton.

Sedangkan hasil ubinan varietas Situ Bagendit di Kelompok LMDH Giri Mulyo diperoleh 6,1 kg dengan produktivitas mencapai 9,76 ton/ha. Jika luasan PATB 5 ha maka produksi berkisar 48,8 ton. Total luas panen Kecamatan Sidareja dari 1380 ha bertambah 25 ha.

Sementara itu Heri, pengurus kelompok LMDH Giri Mulyo mengakui, hal ini pertama kali mencoba menanam padi gogo memanfaatkan lahan kering milik Perhutani. Hasilnya cukup memuaskan, terimakasih pemerintah sudah memberi bantuan, sangat bermanfaat untuk kami,” tegasnya.

PPL Kecamatan Sidareja, Eti Solikhatun menyatakan, dengan membuka lahan baru memanfaatkan lahan kering di sekitar tanaman tahunan dan lahan milik perhutani adalah cara agar petani menangkap peluang memacu produksi dan pendapatan keluarga.

Di beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar produksi pertanian digenjot hingga berlipat-lipat. Apalagi sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

 “Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, insan pertanian harus bersyukur karena sektor pertanian tetap bisa survive dalam menyediakan pangan bagi masyarakat dalam masa pandemi covid-19 ini.

”Salah satu yang mendukung capaian ini adalah peran kostratani, yaitu diharapkan mampu memperkuat produksi dan koordinasi stakeholder pertanian seperti penyuluh, petani dan pelaku usaha di tingkat lapangan melalui media digital,” tegas Dedi.

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Eti Solikhatun/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018