
Petani tak sendri dalam menyediakan pangan
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Khudori, Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian mengatakan selain masalah produksi, untuk membangun sistem pangan yang berkelanjutan ada banyak hal yang perlu diperhatikan pemerintah. “Sistem pangan itu jaringan aktivitas kompleks yang melibatkan produksi, prosesing, pengangkutan, dan konsumsi. Termasuk terkait tata kelola dan ekonomi produksi pangan, keberlanjutannya, pemborosan pangan (food loss and waste), bagaimana produksi pangan mempengaruhi lingkungan alam dan dampak pangan terhadap kesehatan individu dan penduduk,” tambahnya.
Tak hanya membangun tiga aspek sistem pangan agar sistem pangan berkelanjutan bisa diwujudkan, melainkan perlu ada keseimbangan. Saat ini sistem pangan Indonesia mengalamai ketidakseimbangan. Dalam praktik sistem pangan selama ini: lebih fokus ke produksi (52%), aspek konsumsi (9%) & waste (2%) tertinggal; Penetrasi budaya makan asing amat intens-agresif.
Dia berpendapat bahwa Ketahanan Pangan yang tangguh justru berbasis dari konsumsi di keluarga. “Sistem Pangan yang tangguh harus dimulai dari konsumsi (demand side) di level keluarga yang tangguh juga,” katanya.
Setidaknya ada enam karakter sistem pangan berkelanjutan yang perlu diwujudkan Indonesia dalam membangunnya. Keenam karakter itu yakni: pertama, terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan monitorong-evaluasi. Kedua, mendorong keberlanjutan ketersediaan pangan (pangan lokal jadi kontributor penting).
BACA JUGA:
> Untuk Ganti Lahan Subur, Kalau Bukan Food Estate Apa?
> Kinerja Food Estate Kalteng 2021?
> Dukungan Penuh untuk Food Estate di Sumbawa
> Universitas Cendana Kerahkan Mahasiswa dan Dosen Garap Food Estate Sumba Tengah
Ketiga, menyediakan lebih banyak ketersediaan, akses pangan dan gizi, dan menekan kehilangan. Keempat, memberikan nilai tambah pada para pelaku. Kelima, dapat dioperasionalkan melalui koordinasi kelembagaan yang efektif. Keenam, berdampak pada kualitas SDM.
Dalam perenanaan pangan perlu memperhatiakan 8 hal berikut: Pertumbuhan dan sebaran penduduk; Kebutuhan konsumsi pangan & gizi; Daya dukung SDA, teknologi, dan kelestarian lingkungan hidup; Pengembangan SDM; Kebutuhan sarana & prasarana; Potensi pangan & budaya local; Rencana tata ruang wilayah; dan Rencana pembangunan nasional & daerah.
Sedangkan muatan muatan rencana pangannya menyangkut 12 komponen, yakni: Kebutuhan konsumsi Pangan dan status Gizi masyarakat; Produksi pangan; Cadangan pangan, terutama Pangan Pokok; Ekspor dan Impor Pangan; Penganekaragaman Pangan; Distribusi, perdagangan, dan pemasaran Pangan, terutama Pangan Pokok; Stabilisasi pasokan dan harga Pangan Pokok; Keamanan Pangan; Litbang Pangan; Kebutuhan dan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Pangan; Kelembagaan Pangan; dan Tingkat pendapatan Petani, Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Pelaku Usaha Pangan. Som
---+
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/