Wednesday, 10 August 2022


Terindikasi Penyakit Karat Daun, Petani Lampung Gerdal OPT Kacang Tanah

05 Apr 2021, 16:12 WIBEditor : Yulianto

Gedal OPT kacang tanah di Lampung Selatan | Sumber Foto:Humas Ditjen TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung Selatan---Tekan serangan hama dan penyakit, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan mengoptimalkan percepatan program Gerakan Pengendalian OPT Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Padat Karya di berbagai wilayah. Salah satunya di Provinsi Lampung.

Kepala Seksi Pengendalian dan Laboratorium BPTPH Provinsi Lampung, Andrio Putra Gunawan mengatakan, pihaknya siap mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatannya di tingkat lapangan. Kami juga upayakan agar kegiatan yang dianggarkan pusat ini bisa terealisasi 100 persen  di bulan Maret,” ujarnya.

Kegiatan Gerdal OPT Akabi Padat Karya merupakan bagian dari tindakan pengelolaan untuk menekan populasi/serangan OPT pada tanaman kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, dan ubi kayu di masa pandemi covid-19, baik melalui upaya preemtif maupun responsif. Kegiatan ini melibatkan petani, petugas POPT, Dinas Pertanian, dan petugas Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH).

Kelompok Tani (Poktan) yang telah melaksanakan kegiatan tersebut diantaranya Poktan Mandiri, Desa Waykalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Lahan yang dikendalikan yaitu pertanaman kacang tanah varietas lokal tuban yang terserang penyakit karat daun.

Hasil pengamatan petugas POPT Kecamatan Penengahan didapatkan bahwa pertanaman kacang tanah milik Poktan Mandiri terserang penyakit karat daun dengan intensitas ringan. Karena itu, dipilihlah jenis bahan pengendali untuk digunakan berupa fungisida nabati.

Safrudin salah satu petugas POPT mengatakan,  intensitas penyakitnya masih di bawah ambang kendali, sehingga diputuskan gerdal menggunakan fungisida nabati. Selain lebih aman buat petani, lebih ramah lingkungan juga.

Pada kesempatan yang sama Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi yang berkesempatan langsung turun ke lokasi kegiatan mengatakan, pihaknya mendukung setiap kegiatan yang mengarah pada ramah lingkungan. Ke depan pihaknya berencana membuat program untuk lebih memberdayakan petani membuat bahan pengendaliannya sendiri, misalnya dengan Agens Pengendali Hayati (APH).

Selain itu, Takdir juga berharap agar kegiatan Gerdal OPT Padat Karya dapat segera dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya yang telah mendapat alokasi. “Harapan kami kegiatan cepat direalisasikan, jadi bantuanpun dapat segera diberdayakan oleh petani. Target kami pada bulan April maksimal 80 persennya sudah terealisasi, kata Takdir.

Terpisah,  Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mendukung penuh   Pelaksanaan Gerdal sebagai salah satu bentuk pengawalan produksi tanaman pangan dari serangan OPT. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian tingkat provinsi maupun kabupaten berserta jajarannya hingga petugas lapangan (POPT dan penyuluh) serta masyarakat (petani) selalu bersinergi mengawal pengamanan produksi tanaman pangan dari serangan OPT.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yaitu semua jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus terus mengawal dan mengamankan produksi tanaman pangan nasional dari serangan OPT.

--

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018