Wednesday, 14 April 2021


Khalidin,  Ajak Petani Buat Pupuk Organik Cair Sendiri

07 Apr 2021, 07:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Khalidin | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pidie -- Petani masih sangat tergantung pada pupuk kimia, termasuk juga petani di desa Garot Cut, kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie.

Ir Khalidin MP, penyuluh di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie saat panen Padi dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) di lahan demplot, mengatakan dengan menggunakan 20 persen pupuk kimia yang ditambah dengan pupuk cair organik hasil racikan sendiri, hasilnya lebih tinggi. 

Sebagai penyuluh, dia mengajak petani untuk mengurangi pupuk kimia dengan menambahkan pupuk organik cair (POC). "Penyemprotan tidak hanya pada tanaman saja, namun harus sampai ke tanah", ungkapnya, saat panen di hamparan sawah Desa Garot Cut Kec. Indrajaya Kab. Pidie (4/4/21).

Menurutnya, tujuan demplot POC tersebut selain untuk mengurangi pemberian pupuk kimia, juga petani dapat belajar membuat pupuk organik cair sendiri. 

BACA JUGA:

"Demplot hanya sebagai contoh dan pembelajaran bagi petani sekitar saja", paparnya.

Petani tidak usah ragu untuk beralih dari pupuk kimia ke POC karena dari demplot yang telah diujicobakan hasilnya sangat memuaskan, mencapai 8,96 ton/ha.

Menurutnya, dengan memberikan POC, dapat membantu petani dalam hal penghematan biaya pupuk. Pupuk organik cair dapat kita buat sendiri dengan biaya murah dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

"Sebagai penyuluh saya akan terus berinovasi sebagai alternatif dalam memberikan solusi akibat terbatasnya pupuk kimia", bebernya. 

Dijelaskan, POC tersebut diraciknya sendiri dengan menambahkan Trichoderma yang didapat (ditambang) dari alam.

Dengan menggunakan POC ternyata juga dapat mengendalikan hama, sebagaimana ketika tanaman padi demplot berumur 15 HST terserang hama putih palsu, dengan penyemprotan POC  hama tersebut hilang dengan sendirinya. 

Begitu juga ketika tanaman padi memasuki fase primordia, banyak terdapat ngengat penggerek batang di pertanaman. Dengan penyemprotan POC hama tersebut juga dapat dikendalikan sehingga tidak merusak tanaman padi.

Khalidin yang merupakan alumni Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dan juga dosen di Fakultas Pertanian Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Pidie mengajak petani tidak lagi tergantung pada pupuk kimia dan segera beralih ke POC. 

Jumlah POC setiap penyemprotan per hektar sebanyak 5 liter yang dilarutkan dalam 300 liter air.

"Peyemprotan POC ke tanaman hingga ke tanah", dengan cara semprot mancur bukan dengan penyemprotan asap/kabut, sangat simpel" terangnya.

Diharapkannya, agar petani dapat merubah kebiasaan dalam cara pemupukan dan tidak tergantung 100 persen dengan pupuk kimia, insektisida dan fungisida sntetis yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

"Kedepan saya juga akan menerapkan 100 persen POC dengan varietas unggul baru, melibatkan mahasiswa dan berkolaborasi dengan BPTP Aceh", pungkasnya.

--+ 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018