Sunday, 11 April 2021


Ada 918 ribu Ton Gabah Siap Diserap April-Mei 2021

07 Apr 2021, 12:43 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan serap gabah di Maros, Sulsel | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian terus menggalakkan Serap Gabah di sentra pertanian di Tanah Air.  Dari data komitmen seluruh stakeholder, sudah terkumpul komitmen serap gabah di 10 provinsi, 86 kabupaten dan 400 kecamatan sebanyak 918 ribu ton gabah selama April- Mei mendatang. 

Kementan telah membentuk Tim Terpadu Gerakkan Serap Gabah Petani sebagai upaya nyata menghadapi puncak panen raya padi yang berlangsung Maret hingga April 2021 yang berdampaknya pada anjloknya harga gabah petani. Gerakkan Serap Gabah Petani ini menstabilkan harga gabah petani dan mengoptimalkan hasil panen sehingga stok Beras Nasional 2021 terjaga. 

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi saat  Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Serap Gabah : Angkat Harga, Peduli Petani, Rabu (7/4) mengatakan, menindaklanjuti Surat Menteri Pertanian Nomor 28/TP.100/M/03/2021 dan dalam rangka serap gabah petani saat panen raya padi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan membentuk Tim Terpadu Gerakkan Serap Gabah Petani.

Baca Juga :

Beda Banget ! Petani Cirebon Efisien Pakai Benih 5kg/hektar

Ini Langkah Serap Gabah dari Kementan

Serap Gabah di Sumsel, Mentan SYL Komitmen Bantu Petani

Selamatkan Petani, Bulog Serap Gabah dengan Harga Komersil

Tim terpadu ini bersama Dinas Pertanian, Bulog, dinas ketahanan pangan, dinas perindustrian dan perdagangan, unsur Kodim, unsur Polres, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) dan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) membuat kesepakatan sesanggupan serap gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Dari data komitmen seluruh stakeholder, sudah terkumpul komitmen serap gabah di 10 provinsi, 86 kabupaten dan 400 kecamatan sebanyak 918 ribu ton gabah selama April- Mei mendatang. "Sehingga akan menyajikan cadangan pangan yang cukup ke depannya," tambahnya. 

Diakuinya, beberapa waktu silam Bulog sudah menyerap serap gabah 25 ribu ton dalam satu hari. "Tolong dikejar terus ! Kalau itu dilakukan, stok Bulog akan numpuk banyak. Bulog bisa hadir bersama petani, Kostraling dan Pertani serta pelaku usaha lainnya," harapnya.

Dirinya menyarankan kapasitas gudang Bulog diperbanyak untuk bisa menampung serapan gabah petani. "Di Indramayu, kapasitas gudangnya 70 ribu ton dan sekarang sudah terisi 40-50 ribu ton, tapi akan menyerap sampai 35 ribu ton untuk di Indramayu. Jadi, tolonglah Bulog geser-geser gudang sebelahnya," ungkap Suwandi. 

Syarat HPP

Namun, diakuinya persyaratan kondisi gabah yang bisa diserap sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) masih sulit diterapkan petani. "Misalnya kadar air, kadar hampa gabah yang masih belum dipahami petani," jelasnya.

Adapun persyaratan kualitas harga gabah sesuai Pemendag No.24 Tahun 2020 tentang HPP untuk pembelian gabah/beras oleh Perum Bulog mulai berlaku 19 Maret 2020 yakni gabah kering panen (GKP) tingkat petani dengan kadar air 25% sebesar Rp 4.200 per kg, GKP kadar air 25% tingkat penggilingan Rp 4.250 per kg, gabah kering giling (GKG) kadar air 14% tingkat penggilingan Rp 5.250 per kg, GKG kadar air 14% di gudang Bulog Rp 5.300 per kg dan harga beras kadar air 14% sebesar Rp 8.300 per kg.

Suwandi menuturkan sesuai data BPS potensi panen pada Maret 2021 seluas 1,63 juta hektar dan April luas 1,67 juta hektar. Oleh karena itu, Kementan dengan optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pasca panen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan serta melakukan juga percepatan tanam Musim Tanam-II.

==

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018