Sunday, 11 April 2021


Panen Raya, Bulog Targetkan Serap Gabah 1 Juta Ton

07 Apr 2021, 13:17 WIBEditor : Yulianto

Stok beras bulog diprediksi turun | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum Bulog menjadi sandaran petani untuk membantu mengangkat harga gabah saat panen raya. Seperti sudah menjadi hukum ekonomi, harga gabah akan turun ketika pasokan di lapangan terus bertambah.

Untuk menjaga stabilisasi harga gabah, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhammad Suyamto mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menyerap sebanyak 500 ribu ton setara beras atau sekitar 1 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Untuk mendapatkan gabah tersebut, kami bekerjasama dengan penggilingan padi sebagai mitra dan dinas  pertanian di daerah,” katanya dalam FGD Serap Gabah Petani yang diselenggarakan Tabloid Sinartani di Jakarta, Rabu (7/4)

Tahun ini, Bulog merencanakan bisa menyerap sebanyak 1,45 juta ton setara beras atau sekitar 3 juta ton GKG.  Hingga kini menurut Suyamto, realisasi serapan gabah Bulog sudah mencapai 580 ribu ton setara beras.

Rata-rata pemasukan perhari sebanyak 10-15 ribu ton setara beras atau 30 ribu ton gabah. “Saat panen raya ini kita terus maksimalkan pengadaan gabah/beras,” ujarnya.

Baca Juga :

Penyuluh Ikut Kawal dan Dampingi Petani dalam Serap Gabah

Ada 918 ribu Ton Gabah Siap Diserap April-Mei 2021

Beda Banget ! Petani Cirebon Efisien Pakai Benih 5kg/hektar

Ini Langkah Serap Gabah dari Kementan

Dengan jumlah serapan gabah sebanyak itu, Suyamto berharap, stok cadangan beras pemerintah (CBP) pada akhir tahun 2021 akan mencapai 1-1,5 juta ton. Posisi stok CBP saat ini sudah mencapai 1,040 juta ton setara beras. “Ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Rakortas di Kemenko Perekonomian sebanyak 1-1,5 juta ton,” tuturnya.

Stok tersebut lanjut Suyamto akan terus bertambah. Hitungannya, jika tiap hari sebanyak 10 ribu ton beras, maka dalam satu bulan (April) akan ada 300 ribu ton yang akan masuk ke gudang Bulog. Dengan demikian, pada akhir April stok beras CBP akan mencapai 1,3 juta ton setara beras. “Penyerapan gabah akan terus kita lanjutkan pada Mei, meski memang produksi atau panen tidak setinggi April. Paling tidak bisa masuk 5000 ton beras,” katanya.

Suyamto menjelaskan, sebenarnya pengadaan gabah/beras Bulog sudah berlangsung sejak awal tahun. Namun pada Januari 2021 lalu masih dilakukan pengadaan komersial. “Memang harga gabah saat itu masih relatif tinggi di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Namun beras yang masuk ke Bulog untuk  kegiatan komersial,” ujarnya.

Jumlah penyerapan gabah/beras saat itu diakui, memang masih sedikit, hanya 5.000 ton setara beras atau 10 ribu ton GKG. Namun Maret, saat panen raya,produksi mencapai 11 juta ton GKG, pengadaan gabah/beras Bulog terus meningkat.

Suyamto menegaskan, dalam pembelian gabah petani ada beberapa syarat yang sudah ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagngan No. 24 Tahun 2020 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar air (KA) 25 persen dan kotoran 10 persen harganya Rp 4.200/kg di tingkat petani dan di penggilingan Rp 4.250/kg.

Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) dengan KA 14 persen dan kadar hampa 3 persen, harganya Rp 5.250/kg (di penggilingan) dan Rp 5.300/kg (di gudang Bulog). Adapun harga beras dengan KA 14 persen, butir pecah 20 persen dan menir 2 persen, harganya Rp 8.300/kg. “Kalau kualitas gabah di bawah itu,  ada tabel rafaksi,” ujarnya.

--

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018