Wednesday, 14 April 2021


KTNA Berharap Tim Serap Gabah Kerja Optimal

07 Apr 2021, 22:11 WIBEditor : Gesha

Plt. KTNA Nasional, H.M Basjir D.A | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Panen raya yang tengah berlangsung di seluruh daerah sentra pangan Indonesia, berbarengan dengan upaya penyerapan gabah petani agar harga tetap stabil dan menguntungkan petani.

Kementerian Pertanian telah membentuk Tim Terpadu Gerakkan Serap Gabah Petani sebagai upaya nyata menghadapi puncak panen raya padi yang berlangsung Maret hingga April 2021.

Upaya ini pun diapresiasi oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang diungkapkan Plt. KTNA Nasional, H.M Basjir D.A saat Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Serap Gabah : Angkat Harga, Peduli Petani, Rabu (7/4).

"Diharapkan tim serap gabah yang telah dibentuk pemerintah ini bisa bekerja dengan optimal. Sabang sampai Papua sekarang sedang panen raya. Bahkan tahun 2021 ini merupakan panen raya terbesar yang petani dapatkan di daerah sentra pertanian," bebernya.

KTNA sebagai mitra Kementerian Pertanian (Kementan) juga berterima kasih kepada Bulog yang terus melakukan serap gabah, hingga sekarang sudah mencapai 1 juta ton dan diperkirakan Mei 2021 nanti bisa terkumpul 1.5 juta ton.

"Kami akan tetap mengawal ketahanan pangan bersama sama Kementerian Pertanian. Di lapangan setiap bulannya kita lakukan pertemuan Kab/Kota," bebernya.

Tak hanya itu, KTNA juga berterima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo yang telah meniadakan impor beras sampai Mei 2021 mendatang karena panen raya yang dilakukan petani.

"Kami tegaskan, untuk tetap menolak impor beras karena dampaknya akan luar biasa jika memang terjadi impor, harga gabah bisa turun bebas," tuturnya 

Basjir menambahkan, Panen raya sebenarnya menjadi kesempatan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah "Tapi kalau ada impor, nanti Bulog tidak akan menyerap gabah dari petani lagi," sesalnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018