Senin, 04 Maret 2024


Agro Solution, Solusi Ungkit Produktivitas dan Pendapatan Petani

21 Apr 2021, 16:46 WIBEditor : Yulianto

Panen program Agro Solution | Sumber Foto:Dok. Pupuk Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---PT. Pupuk Indonesia menawarkan solusi bagi petani untuk dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. Namanya, Agro Solution.  Program tersebut bukan hanya memberikan solusi bagi petani di hulu, tapi juga di hilir.

Seperti diketahui, ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik semakin tinggi, bahkan seringkali menggunakannya berlebihan. Selain tidak lagi meningkatkan hasil, penggunaan pupuk anorganik dengan takaran di atas kebutuhan tanaman juga mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh dari usahatani.

Biaya pemupukan yang naik terus sementara hasil produksi cenderung tetap, otomatis mengakibatkan turunnya pendapatan petani. Kesejahteraan petani menjadi jauh panggang dari api dengan kondisi realitas seperti ini.  

Untuk membantu petani, PT Pupuk Indonesia Tbk sebagai holding perusahaan penyedia pupuk anorganik baik subsidi (PSO) dan non subsidi (komersial) menawarkan solusi dengan program Agro Solution.  Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok.

Tujuan Agro Solution adalah membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Bila produktivitas meningkat dan kemudian dapat dipasarkan dengan harga yang bagus, maka pendapatan petani juga meningkat. Pada akhirnya kesejahteraan petani juga akan semakin baik.

Dalam FGD Rasionalisasi Aplikasi Pupuk Dengan Teknologi Ramah Lingkungan dan 4.0 Tabloid Sinar Tani (21/4), Ir. Supriyoto, MM selaku Senior Project Manager Agro Solution menyampaikan, pihaknya kini turun langsung mendekatkan diri dan memberikan solusi serta servis terbaik pada petani.

“Sebagai salah satu stakeholder penting, Agro Solution adalah program holistik peningkatan kesejahteraan petani. Kami memberikan pendampingan dan pengawalan untuk membantu petani mendapatkan hasil optimal menjadi kata kuncinya,” katanya.

Menurutnya, program ini dilakukan dengan enam langkah implementasi Agro Solution. Pertama, pengelolaan tanah dan tanaman yang produktif dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Kedua, pendampingan yang intensif.

Ketiga, lanjut Supriyoto, pola budidaya pertanian presisi berbasis teknologi digital (digital farming) didukung dengan penggunaan alat dan mesin untuk meningkatkan produktivitas lahan secara kualitas maupun kuantitas. Keempat, akses permodalan dan perlindungan risiko berupa asuransi pertanian bagi petani.

Kelima, pengembangan sosial masyarakat petani dan bisnis inklusif. Terakhir, menciptakan kemitraan pertanian pasar guna meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar, meningkatkan nilai tambah hasil panen, ketersediaan jaringan distribusi serta ketersediaan off taker.

Dalam pelaksanaan program ini, Supriyoto menjelaskan, Tim Agro Solution bekerja di masing-masing wilayah yang dibagi sesuai dengan keberadaan perusahaan anak PT Pupuk Indonesia. Pupuk Kujang, Pupuk Kaltim, Pupuk Sriwujaya, Petrokimia Gresik melaksanakan program ini di daerah dengan menggandeng berbagai pihak seperti perbankan untuk penyediaan dana.

Perusahaan Input Pestisida BASF juga diikutkan untuk pengawalan OPT. Jasindo dilibatkan dalam asuransi pertanian. “Sedangkan untuk penyerapan hasil produksi, tim agro solution menggandeng Koperasi-koperasi dan Bulog untuk menyerap hasil panen,” tuturnya.

Supriyoto mengatakan, pihaknya telah membuat pilot project unggulan Agro Solution di Sukamandi Jawa Barat seluas 1.000 ha, lokasinya berada di lahan PT. Sanh Hyang Seri (SHS). Proyek itu dibawah komando Pupuk Kujang bekerjasama dengan PT Sang Hyang Seri, PT RNI dan juga PT Pertani. Dari corporate farming ini ada peningkatan produktivitas yang signifikan, dari rata-rata 5 ton menjadi 8-9 ton/ha,” katanya.

Sekarang ini program Agro Solution sudah mencapai luasan 14.000 ha. Mulai dari Sukamandi, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Timur dan beberapa daerah lainnya. Komoditas yang dibudidaya dalam program ini mayoritas adalah padi. Namun pihaknya juga mengembangkan tanaman cabe, jagung dan beberapa jenis hortikultura lain, serta kelapa sawit.

“Kami berharap Agro Solution mendapat dukungan dari semua stake holder dapat menjadi program skala nasional yang dapat memberikan kontribusi maksimal bagi ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tuturnya.

 

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018