Friday, 07 May 2021


Pemerintah Pantau Belalang Kembara di Food Estate Sumba Tengah

04 May 2021, 15:21 WIBEditor : Yulianto

Belalang kembara, hama yang perlu diwaspadai | Sumber Foto:Humas Ditjen Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumba Tengah---Food estate di Sumba Tengah menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan. Untuk itu kawasan tersebut mendapat kawalan khusus dari serangan hama penyakit, terutama belalang kembara yang kini sedang mewabah.

Belalang kembara, atau nama ilmiahnya Locusta migratoria manilensis Meyen akhir-akhir ini sering menjadi bahan berita. Pasalnya hama satu ini sering menyerang pertanaman padi dan jagung di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu terjadi migrasi kelompok atau koloni belalang kembara dari padang rumput (savana) di Sumba Timur ke wilayah Sumba Tengah mendekati kawasan Food Estate di zona 1 yaitu di Desa Umbu Langan Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dan zona 2 yaitu di Desa Umbu Pabal Selatan Kecamatan Katikutana.

Serbuan belalang kembara ini segera direspon cepat Kementan dan semua stakeholder dengan mengawal dan mengamankan kawasan food estate dan sekitarnya dari serbuan belalang.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi NTT, Gabriel Gara Beni mengatakan, untuk mengamankan lokasi kawasan Food Estate di Sumba Tengah dari ancaman serbuan hama belalang kembara, pihaknya berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua instansi terkait.

Baik Kementerian Pertanian, maupun Pemda Sumba Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Sumba Tengah,BPBD, Satpol PP,  POPT, Penyuluh Pertanian, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Kristofus Rana juga mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Jakarta, petugas BPTPH Provinsi NTT, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, penyuluh pertanian, Satpol PP, BPBD Kab. Sumba Tengah, Babinsa, dan masyarakat sekitar.

Bukan hanya siang hari, kata Rana, pihaknya malam hari juga dilakukan pemantauan dan pengendalian terhadap koloni-koloni belalang kembara yang ada di pepohonan di perbukitan, di semak-semak dan padang rumput di sekitar kawasan Food Estate ini. “Harapan kami agar belalang kembara tidak masuk dan merusak pertanaman padi dan jagung di lokasi Food Estate,” ujarnya.

Rana menjelaskan, belalang kembara dominan beraktifitas makan dan merusak pada malam hari, sehingga pemantauan dan pengendaliannya banyak dilakukan pada malam hari. Untuk itu, pemantauan dilakukan siang hari dan penyemprotan menjelang malam sampai dini hari.

“Dalam satu malam gerakan pengendalian kami dapat mengendalikan 2-4 koloni besar belalang kembara yang ada di pohon-pohon, semak-semak, padang rumput, maupun di kebun-kebun warga. Koloni belalang kembara tersebut kami kendalikan dengan cara disemprot menggunakan insektisida yang sesuai,” sambung Rana.

Penyuluh pertanian, Lay Lomi Rihi menambahkan, kegiatan pemantauan dan pengendalian hama belalang kembara ini sudah dilakukan sejak Maret lalu. Sampai kini terus dilakukan dan saat ini terbukti dapat mengamankan pertanaman padi dan jagung di kawasan food estate dari amukan serangan hama belalang kembara.

“Hama ini kita hadang agar tidak masuk kawasan food estate dan berhasil. Kawasan food estate aman dari serangan belalang kembara dan sekarang beberapa diantaranya sudah mulai panen,” kata Rihi.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018