Friday, 18 June 2021


Jadi Boster Pertanian, Porang Masuk Program Super Prioritas

12 May 2021, 05:44 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat melihat porang | Sumber Foto:Dok. Ditjen Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Pemerintah tahun ini akan serius menggarap porang sebagai program super prioritas. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat bersama jajaran dinas pertanian, industri, ekportir dan petani porang membahas langkah upaya pengembangan komoditas porang di ruang rapat AWR Kementan iSelasa (11/5). 

Tanaman porang, saat ini memang sedang menjadi primadona karena fungsinya yang beragam. Kandungan terbesar berupa glukomanan  dapat digunakan sebagai pangan fungsional untuk diet, anti diabetes dan kolesterol, farmasi, media tanam, kosmetik, dan masih banyak manfaat lainnya. 

Bahkan beberapa waktu lalu Presiden Jokowi secara khusus meminta Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan serius mengembangkan porang dan sarang burung wallet. Tidak mengherankan karena nilai ekspornya diakui semakin meningkat.

Pada kesempatan tersebut SYL berharap porang dan sarang burung wallet menjadi booster baru untuk menjadi pendapatan baru sektor pertanian.

“Porang ini sebelumnya adalah komoditas di kehutanan dan tahun lalu kita ambil alih menjadi komoditas binaan Kementerian Pertanian. Alhamdulillah setelah kita ambil alih terjadi peningkatan budidayanya, seperti porang ini dari luas tanam semula 19 ribu hektar naik jadi 47 ribu hektar,” ujarnya. 

Mentan SYL menyatakan, siap kembangkan porang dan sarang burung wallet sebagai penguatan akselerasi pertanian. “Mulai hari ini setiap jajaran dinas pertanian dorong produksi porang dan sarang burung walet. Mumpung harga masih mahal ayo kita tanam cepat-cepat,” sebut SYL. 

Ia menambahkan porang  bukanlah tanaman baru, bisa tumbuh dimana saja, tidak terlalu sulit pemeliharaan dan hasilnya tinggi. Maka dari itu Kementan ingin tangani secara serius dari hulu hilir. Modalnya, bibitnya, budidaya, pelatihan, pemeliharaan sampai dengan pasca panennya. 

SYL berharap budidaya porang menjadi bentuk kawasan luas. “Saya akan senang jika ada yang konsentrasi sampai 1.000 hektar. Segera akan saya undang Bupati-Bupati yang berminat untuk kita lakukan komitmen bersama membangun porang ini,” tandas SYL. 

Ia meyakinkan sepanjang skala ekonomi memenuhi maka pemerintah akan mengawal untuk permodalannya. Arahnya tahun ini konsentrasi ekspor dalam bentuk chip maupun tepung, tahun kedua olah sendiri, tahun ketiga industrinya dibuat sendiri dari dalam negeri. 

Permintaaan dari 22 negara meledak maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Mentan kembali menekankan tidak ada ekspor bibit keluar karena itu tanaman asli Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. 

Di tempat sama Dirjen Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan, pendekatan membangun porang harus skala kawasan. Sebaran terbesar saat ini  di Jatim, NTT, Sulsel, Jateng dan NTB.

“Kami ingin kelompok tani supaya bermitra dengan industri. Harapannya petani tidak menjual basah, bisa ke bentuk chips bahkan tepung,” ujarnya.

 

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018