Thursday, 17 June 2021


Petani NTT, Panen Padi Langsung Tanam Jagung

03 Jun 2021, 14:35 WIBEditor : Yulianto

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu | Sumber Foto:Dok. Ditjen TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Kupang---Dengan penuh semangat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, melakukan panen padi dan tanam jagung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Periode Tanam April-September. Panen berlangsung di kawasan persawahan Kolidoki Desa Manusak, Kabupaten Kupang.

Program TJPS ini bertujuan meningkatkan luas tanam jagung, meningkatkan produksi dan produktivitas, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memanfaatkan musim kemarau untuk berproduksi, meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi petani, serta menurunkan tingkat kemiskinan.

Gubernur Viktor dalam sambutanya menekankan tentang kerja kolaborasi, kerja di luar kemampuan manusia, manajemen pengelolaan air untuk setiap musim tanam sehingga terwujudnya Tanam, Jaga dan Panen. “Kerja diatas 800 hektar, jangan kerja lamban dan biasa-biasa saja, kalau tidak kita gagal,” ujarnya.

Ia meminta pemimpin daerah haruslah benar benar turun kelapangan sebagai tokoh yang tangguh dan benar benar perduli seperti di Sumba Tengah. Selanjutnya Viktor menegaskan, alat pertanian dilarang diberikan ke petani. Sebab, petani butuh lahanya dikelola dan ditanam.

“Untuk itu, sistemnya brigade, lahan dan petani dimana siap, alsintan turun disitu, kebijakan ini diterapkan untuk mewujudkan keadilan bagi para petani di NTT,” kata Viktor.

Terkait Program TJPS, menurut Viktor bukan sekedar memenuhi kebutuhan pangan, melainkan juga untuk pergerakan ekonomi menuju skala industri. Karena produksi jagung bukan saja untuk konsumsi, melainkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok industri pakan ternak.

“Kita mesti menyiapkan rantai pasok di daerah ini karena uang yang keluar dari NTT untuk pembelian pakan ternak, setiap tahun sebanyak Satu Triliun lebih,” ungkap Viktor.

Revolusi TJPS

Sementara itu, Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan siap berkolaborasi antar Program Kabupaten, Revolusi 5P dengan Program Pemprov yakni TJPS. Di Desa Manusak, potensi lahan pertanian mencapai 800 hektar (ha), namun baru dikelola 160 ha untuk padi.

“Segera kami berikan bantuan bibit dan pupuk sebagai program kami Revolusi 5P, namun senang hati juga TJPS masuk di wilayah ini untuk optimalisasi lahan seluas 800 hektar,” tuturnya.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Frederik L. Benu menyampaikan, mendukung penuh program TJPS sebagai wujud kontribusi lembaga pendidikan terhadap pembangunan NTT.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Lecky F. Koli menyampaikan terkait rantai nilai, peluang ekonomi bagi masyarakat serta skenario optimalisasi lahan potensial dan air. Panen 160 ha di lahan potensial 800 ha menghasilkan beras 400 ton menghasilkan Rp 4 miliar.

“Kami segera menggarap untuk TJPS di lahan ini. Segera 800 ha kita garap dan akan panen jagung dalam waktu 100 hari.  Jika produksi yang dihasilkan 3.000 ton, maka nilai ekonominya menghasilkan Rp90 miliar,” katanya.

Namun jika diintegrasikan dengan ternak, maka dapat lebih meningkatkan pendapatan petani. Untuk itu, areal 800 ha ini bisa diskenariokan dengan pengelolaan air tanam padi-jagung-kacang dengan memanfaatkan jaringan irigasi Raknamo agar bermanfaat bagi petani.

Lecky menambahkan, pihaknya segera distribusi alsintan, benih, bibit dan pupuk sesuai dengan tahapannya dan SDM Provinsi dari persiapan hingga panen. Untuk pupuk perlahan kita beralih dari pupuk kimia menuju ke pupuk organik dengan persentase 80:20 persen dan pastinya pastinya berkontribusi juga terhadap pertumbuhan ekonomi bagi daerah ini,” katanya.

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Gubernur NTT. Pihaknya selalu mendukung upaya pemerintah daerah mengembangkan dan meningkatkan produksi pangan. Itu sangat penting, komitmen pemimpin menjadi bagian utama keberhasilan program,” katanya.

Menurut Suwandi, memang diperlukan sinergi antara pusat dan daerah serta,saling mendukung demi kesejahteraan petani. Ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan melihat potensi yang ada seperti dengan pengembangan perluasan areal tanam baru, peningkatan indeks pertanaman maupun penangkaran benih.

 

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018