Thursday, 17 June 2021


Waspadai Penyakit Blas agar Padi Tak Bablas

11 Jun 2021, 15:53 WIBEditor : Yulianto

Pengendalian penyakit blas harus sedini mungkin | Sumber Foto:Dewi R

TABLOIDSINARTANI.COM, Palangka Raya---Hama dan penyakit tanaman ibarat tamu tak diundang yang selalu datang saat musim tanam padi tiba. Salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang kerap menyerang tanaman padi adalah blas.

Itulah yang kini dirasakan, Jumar (52) Ketua Kelompok Tani Sari Mulya, Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Saat ini lahan padi seluas 0,25 ha yang ditanami varietas Inpari 30 dan berumur 46 hari tengah terserang penyakit blas.

Serangan penyakit pada tanaman padi yang dibudidayakan di lahan gambut sudah hampir mencapai 30 persen. Penyakit yang disebabkan jamur Pyricularia  grisea Jamur P. grisea ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen.

Menurut Penyuluh BPTP Kalteng, Dewi Ratnasari, pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, jamur P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun.

Sedangkan pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher. Kondisi terparah jika terserang penyakit blas leher adalah infeksinya dapat mencapai bagian gabah. Bahkan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas yaitu tanah, pengairan, kelembaban, suhu, pupuk dan ketahanan varietas. Faktor-faktor tersebut merupakan komponen epidemi penyakit yang dapat dikelola untuk tujuan pengendalian penyakit blas,” katanya.

Penyakit blas ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Untuk petani ada beberapa ciri-ciri tanaman yang terserang penyakit blas daun (left blast).

Pertama, pada daun terdapat becak coklat berbentuk belah ketupat dan memanjang searah dengan urat daun. Pinggir becak berwarna coklat dengan bagian tengah berwarna putih keabuan.

Kedua, bercak-bercak tersebut, terlihat pada stadium pertumbuhan vegetative. Bercak-brecak dapat bergabung menjadi satu, sehingga secara keseluruhan tampak tanaman seperti terbakar. Ini ciri gejala serangan penyakit blas leher (node blast) yang paling mudah diketahui.

Ketiga, jika serangan terjadi pada tanaman yang telah keluar malainya, maka buku-buku yang terserang berwarna cokelat kehitaman dan busuk, sehingga mudah patah bila terhembus angin. Kemudian malai menjadi mengkerut, butir tidak terisi penuh dan kadang-kadang menjadi hampa.

Bagaimana mengendalikan penyakit blas? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Dewi Ratnasari (BPTP Kalteng)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018