Kamis, 18 Juli 2024


Sawah di Tengah Kota, Icon Ketahanan Pangan Kota Kendari  

30 Jun 2021, 11:20 WIBEditor : Yulianto

Sawah di tengah Kota Kendari | Sumber Foto:Rahman

TABLOIDSINARTANI.COM, Kendari---Kota Kendari memang bukan dikenal sebagai sentra produksi padi. Namun bukan berarti Pemerintah Daerah Kendari berdiam saja dalam mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Kota Kendari memiliki lahan pertanian yang cukup luas di tengah kota.

“Kami ingin menjadikan Kota Kendari sebagai ikon kota yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas, serta menghasilkan tanaman pangan  melimpah yang dikembangkan dalam kota,” kata Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Abdul Salam Hidayatulah.

Abdul Salam mengatakan, pihaknya menargetkan  petani di kawasan pertanian Amohalo, Kecamatan Baruga bisa panen tiga kali dalam setahun. Berdasarkan peta yang dirilis tahun 2020, potensi pengembangan lahan sawah di Kecamatan Baruga mencapai 1000 Ha.

“Ini dalam Kota loh, sementara potensi lahan secara keseluruhan, termasuk hortikultura lahan tegalan mencapai 17.000 hektar,” ujarnya.

Secara umum, gambaran pertanian di Kota Kendari pada tahun 2020 memiliki luas baku sawah 646 ha, Indeks pertanaman (IP) 200,  luas panen padi 621,6 ha, produksi padi 2.070 ton GKG setara 1.183 ton beras,  produktivitas 33,30 kw/ha. Sementara jumlah penduduk Kota Kendari 404.232 jiwa, konsumsi  38.370 ton  beras dan defisit 37.187 ton beras.

Dengan mendorong potensi lahan pertanian di Kota, Abdullah Salam berharap, dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Rata-rata produktivitas tanaman padi hanya 3,5-4 ton/ha. “Hasil tersebut memang masih cukup rendah karena terkendala air,” ujarnya.

Pada musim tanam Februari lalu, luas pertanaman padi 400 ha. Varietas yang petani tanam ada tiga jenis varietas yaitu Inpari 33, Mekongga dan Ciherang. “Selama ini petani hanya menanam pada saat musim hujan saja. Dibalik itu, kami mempunyai sistem irigasi air, namun kami kesulitan dalam proses debit air tersebut,” ungkapnya.

Dengan lahan yang cukup luas, Abdullah Salam mengakui, volume air yang dsimpan tidak dapat mencukupi kebutuhan pengairan sawah. Saat ini pihaknya sudah dapat bantuan dari provinsi untuk membuat bendungan. Untuk kedepannya kami berharap rekan – rekan petani dapat mencapai panen hingga 5-6 ton/ha,” katanya.

Sedangkan program yang diadakan Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH yang diinisiasi Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Provinsi adalah kebijakan  membeli prodak pangan lokal dan pangan olahan Kota Kendari. Surat Edaran Gubernur ditujukan kepada seluruh ASN Kota Kendari yang jumlahnya 6.397 pegawai.

“Dalam satu bulan kami dapat memutar pangan lokal sampai 60 ton/bulan. Namun produksi pangan Kota Kendari belum bisa mencukupi kebutuhan ASN,” katanya.

Sementara itu, Sarmin dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara mengatakan, hamparan sawah di Kota Kendari mencapai 400 Ha. Petani biasanya menanam varietas padi Ciherang, Mekongga dan Inpari dengan produktivitas 4 ton/ha.

Data Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan menyebtukan, lahan tersebut dikelola Kelompok Tani Samaendre, Kel. Amohalo, Kec. Baruga, Kota Kendari. Kemudian potensi luas panen padi di Kota Kendari pada Mei seluas 136 ha dengan estimasi produksi sebanyak 498 ton GKG.

Sedangkan potensi luas panen padi Juni yaitu 127 ha dengan estimasi produki sebanyak 466 ton GKG. Lalu rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di Kota Kendari yaitu Rp 3.700/kg dan GKG Rp 3.900/kg. Selanjutnya stok gabah/beras di Bulog yaitu 12.854 ton dari kapasitas gudang sekitar  34.500 ton.

Sementara Bulog telah menyerap gabah sampai 31 Mei  sebanyak 13.683 ton GKG dari target 45.500 ton GKG. Untuk usulan e-RDKK subsidi pupuk Kota Kendari tahun 2021 sebanyak 2.187,09 ton, sedangkan alokasinya sebanyak 282,50 ton dan sampai Mei sudah terealisasi  sebanyak 71,7 ton.

Direncanakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga akan melihat keadaan pertanaman padi dan pengolahan tanah di kecamatan Baruga. Hal itu akan menjadi acuan untuk kedatangan Menteri Pertanian untuk melihat secara langsung perairan lahan sawah yang hingga kini belum mencukupi untuk lahan 17.000 ha tersebut.

Pihak dari pertanian dan penyuluh terus mendorong petani agar tetap produktif untuk mengelola lahan tersebut. Salah satunya di daerah persawahan Amohalo Kec. Baruga. Karena potensi pertanian yang cukup besar, sehingga dapat membantu perekonomian petani maupun warga.

Reporter : Rahman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018