Selasa, 13 Januari 2026


Pemerintah Fokus Genjot Konsumsi Talas di Daerah Sentra

21 Jul 2021, 18:37 WIBEditor : Yulianto

Konsumsi talas

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah akan mengenjot konsumsi talas sebagai salah satu sumber karbohidrat dan mendukung diversifikasi pangan. Namun demikian, pemerintah akan fokusi di wilayah yang memang sudah terbiasa mengonsumsi panganan tersebut.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengakui, konsumsi talas sejak empat tahun terakhir cenderung turun. Jika tahun 2017 mencapai 0,88 kg/kapita/tahun, maka tahun 2020 hanyak 0,45 kg/kapita/tahun. Target pemerintah konsumsi talas bisa meningkat 1,8 kg/kapita/tahun.

“Untuk mengangkat konsumsi cukup berat, karena dalam empat tahun terakhir turun terus,” ujarnya. Untuk itu lanjut Agung, perlu lebih dikembangkan penyediaan pangan berbahan baku talas melalui pemberdayaan UMKM pangan lokal, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan talas dan olahannya sebagai substitusi pangan pokok.

Saat ini sentra produksi talas yakni, Jawa Barat (Bogor, Cianjur, Kuningan, Ciasrua), Jawa Tengah (Temanggung, Gunung Lawu dan Wonogiri), Jawa Timur (Malang), Kalimantan Barat (Mempawah), Sumatera Barat dan Papua Barat.

BACA JUGA:

Sempat-Tenggelam-Popularitas-Talas-Beneng-Kembali-Pesat

Aneka-Ragam-Talas-Petani-Pilih-Mana

Sementara data luas panen dan produksi talas di beberapa wilayah yang tercatat hanya beberapa wilayah. Untuk Jawa Tengah luas panen 554 ha dengan produksi 4.298 ton tahun 2015. Luas panen dan produksi terbesar ada di Wonogiri 172 ha dan produksi 1.562 ton.  

Kota Bogor luas panen 118 ha, dengan produksi 2.360 ton tahun 2014, Kabupaten Kep. Sangihe luas panen 213,5 ha dengan produksi 759 ton tahun 2016, Kabupaten Kendal luas panen 1 ha dengan produksi 12 ton tahun 2019 dan Banten luas panen 158,1 ha tahun 2020.

“Sejauh ini data jumlah produksi talas di Indoensia belum tercatat dalam statistika nasional, dan masih sebatas data statistika provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Selama ini menurut Agung, talas biasa dikonsumsi daerah Maluku, Papua Barat, Kalimantan. Namun bukan berarti daerah lain tidak mengonsumsi. Artinya, jika daerah konsumsi talas tersebut kita dorong, maka akan jauh lebih mudah pengembangannya.

“Jadi itu yang kita dorong. Di sentra produksi talas otomatis jika pemerintah dorong masyarakatnya untuk memproduksi mengonsumsi talas akan lebih mudah,” tuturnya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018