
Talas beneng banyak ditanam petani di Pandeglang
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pengembangan pangan lokal, termasuk talas perlu strategi. Pemerintah dalam hal Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian menyiapkan tiga strategi untuk mendorong konsumsi pangan lokal.
Kepaa BKP, Agung Hendriadi mengatakan strategi pertama adalah peningkatan produksi/ketersediaan komoditas talas. Kedua, promosi melalui format peraturan gubernur/bupati/kota, dan media sosial.
Ketiga, memperbaiki akses masyarakat terhadap pangan lokal melalui penguatan UMKM, fasilitasi KUR, pendampingan dan branding, serta membuka pasar, baik melalui digital dan market place. “Saya ingin orang nanti mau makan talas, jangan disuruh cabut dan kupas dulu, tapi bisa mendapatkan dalam bentuk frozen talas,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Agung, pemerintah akan membantu menyiapkan brandingnya, sekaligus membukakan pasar baik melalui online atau pun digital hingga pasar fisik market place, seperti yang ada di Jakarta dan Bogor. Saat ini sudah sudah ada 500 UMKM yang on boarding pada market place Kementerian Pertanian.
BACA JUGA:
Talas-Komoditas-Pangan-Masa-Depan
Sempat-Tenggelam-Popularitas-Talas-Beneng-Kembali-Pesat
“Disamping itu yang namanya promosi kita lakukan, baik secara formal maupun informal. Promosi secara formal kami memberikan surat edaran kepada Gubernur, Bupati, Kepala Kantor, Walikota,” tuturnya.
Sedangkan informasl lewat media sosial seperti Youtube, bahkan Tiktok sebagai bentuk promosi dengan hastag #diversifikasipangan #kenyangGAKharusnasi #beSmarteatsmart.
Gerai pangan lokal saat ini ada di Jakarta; Bogor; Bekasi; Surakarta; Kediri; Makasar; Tangerang Selatan; Medan. Sentra produksi Talas ada di Jawa Barat (Bogor, Cianjur, Kuningan, Cisarua dan Pangandaran); Jawa Tengah (Temanggung, Gunung Lawu, Wonogiri); Jawa Timur (Malang); Kalimantan Barat (Mempawah); Sumatera Barat; dan Papua Barat.
Agung mempersilahkan bagi yang ingin bergabung dalam pengembangan pangan lokal. Saat ini UMKIM lokal yang pemerintah bangun diantaranya sudah difasilitasi dengan peralatan yang ada. Produk pangan lokal kini mulai dari frozen talas; mie talas; bakso talas; pempek talas; kroket frozen talas; brownies keping talas; otak otak talas goreng dan sebagainya.
“Potensinya banyak sekali, kita dorong terus pengembangannya. Semangat kita dengan pangan lokal apa isi piringmu, kenyang gak harus nasi, cintai makananmu, semua menjadi bagian dari promosi kita,” kata Agung.