Tuesday, 03 August 2021


Tahun Ini 13 Lahan Lapas Jadi Kebun Jagung

22 Jul 2021, 09:18 WIBEditor : Yulianto

Lahan pemasyarakatan yang dikembangkan kebun jagung | Sumber Foto:Humas Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Untuk mengungkit produksi jagung Kementerian Pertanian mengandeng Kementerian Hukum dan HAM mengembangan budidaya jagung di lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) seluruh Indonesia. Program kerja sama ini telah  dilaksanakan mulai tahun 2019  (3 lapas seluas 60 ha) sampai 2021 (13 Lapas seluas 165 ha).

Untuk Tahun 2021 ini, terdapat 13 Satuan Kerja Pemasyarakatan yang ikut serta sebagai pilot projek yaitu, Rutan Kelas I Labuhan Deli, Sumatera Utara, Lapas Tebuka Kelas IIB Pasaman, Sumatera Barat, Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Banten.

Selain itu, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal dan Nusakambangan Jawa Tengah, Rutan Kelas IIB Sengkang Sulawesi Selatan, Lapas Kelas IIB Selong dan Lapas Kelas IIB Sumbawa Besar, NTB, Lapas Kelas IIA Kupang, Lapas Kelas IIB Atambua, Rutan Kelas IIB Kafamenamu, NTT, serta Lapas Perempuan Kelas III dan Lapas Kelas III Pahuwato Gorontalo.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, Thurman Hutapea mengatakan, pengembangan lahan menganggur di lapas bermanfaat dalam empat aspek. Pertama, bagi warga binaan dapat meningkatka pengetahuan dan menjadi bekal ketika nantinya bebas. Kedua, bagi petugas pemasyarakatan dapat meningkatkan kreatifitas dalam mengolah hasil panen.

Ketiga, untuk Instansi dapat bermanfaat dalam optimalisasi lahan sehingga menjadi produktif. Keempat, bagi negara dapat meningkatkan pendapatan.

Namun Thurman mengakui, kendala yang dihadapi lapas/rutan dalam melakukan penanaman yaitu terkait dengan sumber air yang masih kurang, sehingga mengandalkan air hujan dan tidak adanya dana untuk persiapan pengolahan lahan operasional.

Salah satu lapas yang dapat menjadi percontohan yaitu Lapas Terbuka Kendal. Lapas Kendal sudah mulai melakukan integrated farming. Penanaman jagung yang dilakukan di 10 ha lahan lapas mendukung peternakan sapi, kambing dan ayam yang ada di lapas.

“Tanaman jagung dapat digunakan  untuk pakan sapi, biji jagungnya diolah menjadi pakan ayam melalui mesin pengolah, kotoran ayam diolah menjadi pupuk kandang” ujar Rusdedy, Kalapas Kendal.

Untuk mengatasi kendala keterbatasan pekerja, Lapas Kendal menyiasati dengan tanam dan panen bertahap tidak sekaligus 10 ha, hal ini juga mengurangi resiko penanganan pasca panen (agar hasil panen jagung tidak rusak).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, Lapas dan Rutan merupakan tempat yang strategis untuk melakukan penanaman jagung dan kedepan dapat dilakukan penanaman dengan komoditas yang lainnya (tanaman sela).

Indra Rochmadi, Koordinator Jagung dan Serealia Kementan menyampaikan, bantuan jagung wilayah khusus berupa benih  sebanyak 15kg/ha, herbisida 2 lt/ha, pupuk hayati  3lt/ha dan NPK 200kg/ha. “Masih terbuka kesempatan bagi lapas yang ingin mengikuti program ini,” ujarnya.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018