Tuesday, 03 August 2021


Panen Raya Padi, Kota Kretek Siap Masuki MT Ketiga

22 Jul 2021, 09:38 WIBEditor : Yulianto

Panen di Kota Kretek Kudus | Sumber Foto:Humas Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Kudus---Beberapa sentra padi di tanah air kini memasuki musim panen kedua. Seperti di Kota Kretek, Kudus, petani banyak yang tengah panen dan bersiap mamasuki musim tanam ketiga.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencatat luas tanam padi pada  Musim Tanam ke 2 (Feb - Mei) tahun 2021 seluas 12.660 Hektar (ha). Kasi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah,  mengatakan, pada Mei sampai Juni 2021 telah panen seluas 4.019 ha dengan provitas rataan di 6 sd 6,7 ton per ha.

Sementara di Juli ini akan panen seluas 3.995 ha dengan perkembangan harga GKP sampai di harga Rp.4200/kg GKP dan provitas rataan di 6,3 ton sampai 8,6 ton per ha.

"Sebagian besar petani ini merupakan penerima  bantuan benih padi Dampak Perubahan Iklim (DPI Banjir) pada bulan Januari - Februari 2021 seluas 3.411 Ha dari Direktorat Jenderal Tanaman, Kementan  dengan varietas Inpari 32m,” kata Arin.

Menurut Arin, kondisi pertanaman padi di musim tanam 2 ini relatif baik, beberapa terhadap serangan OPT (kecil). Apalagi dengan tersedianya sarana pasca panen (baik melalui UPJA maupun swadaya petani) mempercepat dan mengefisienkan panen secara serempak.

Selanjutnya memasuki musim tanam ketiga dengan komoditas sebagian palawija (Kacang hijau, jagung dan kedelai) dan padi untuk areal sawah dengan jaringan irigasi .

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan stok pangan nasional saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Pulau Jawa dan Bali aman. Apalagi masih ada cadangan tujuh juta ton beras dari tahun 2020.

SYL mengatakan, secara umum kesiapan dan ketersediaan pangan nasional masih terkendali dengan baik di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Ketersediaan bahan pangan aman karena di bawah pengendalian Bulog.

"Kita masih memiliki cadangan beras cukup kuat di seluruh Indonesia, baik yang ada pada pengendalian langsung oleh Bulog, semua RMU (Rice Mile Unit) maupun ada dalam penanganan Pemda, provinsi serta kabupaten,” ujar SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan data terkait kecukupan pangan ini. Dalam pemetaan, musim tanam 2 atau (MT2) 2020 akhir Desember, sehingga masih ada surplus 7,39 juta ton.

Sedangkan musim tanam 1 (MT1) Desember-Juni 2021 ini, tanam di 5,79 juta ha. Hasilnya adalah beras 17,59 juta ton, ditambah carry over tahun lalu 7 juta ton, sehingga masih ada beras kurang lebih sangat cukup. “Sementara konsumsi sekitar 14,67 juta ton, maka sekarang surplus cukup ada 8 juta ton hingga 10 juta ton sampai akhir Juni ini,” ujarnya.

Kemudian akan masuk pada musim tanam 2 Juli - Desember 2021, akan menghasilkan 14,25 juta ton. Sehingga jika akhir Juli ini akan ada stok 10 juta, ditambah MT2 2021 14 juta ton, sehingga jika konsumsi sekitar 15 juta ton, masih ada surplus 9,6 juta ton.

Suwandi menekankan kondisi ini juga didukung dari adanya laporan panen di beberapa wilayah seperti halnya di Kabupaten Kudus tersebut.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018