Saturday, 23 October 2021


Miliki Banyak Peluang, Singkong Jadi Primadona Pangan Lokal

26 Jul 2021, 08:48 WIBEditor : Gesha

Olahan Singkong | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Singkong, jenis umbi-umbian yang cukup populer di masyarakat kini didorong besar-besaran oleh Kementerian Pertanian di sisi hilirnya, yaitu aneka olahan dan pemasarannya. Kini berhasil menembus jaringan hotel Accor Group bersama dengan aneka bahan pangan lokal lainnya.

"Cintai pangan lokal mulai dari diri sendiri. Saya di kebun belakang rumah menanam singkong. Setiap sabtu dan minggu sore saya mengkonsumsi singkong rebus atau goreng. Hati saya hati pangan lokal, “ kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi saat memberikan sambutan di Webinar bertajuk “Penanganan dan Pengolahan Pasca Panen Singkong Rabu (21/7).

Tak hanya kenyang, singkong diakui Suwandi bermanfaat bagi kesehatan juga banyak seperti menambah energi, sumber serat dan karbohidrat, memiliki anti oksidan yang baik, dan menurunkan hormon tiroid. Kandungan nutrisinya kalori, air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin C, protein, dan zat besi.

“Ubi Kayu dapat diolah langsung, direbus, digoreng, diolah menjadi pati, tepung, sawut. Daunnya bisa jadi sayuran dan pakan ternak. Batangnya dapat ditanam lagi, bisa jadi bahan bakar, biofoam, dan akarnya juga bermanfaat untuk industri obat-obatan," tambahnya. 

Dilanjutkan Suwandi, hingga sekarang peluang bisnis singkong sangat besar, seperti kemitraan pabrik tapioka, budidaya hulu-hilir : zero waste, industry hilir/olahan, hingga singkong yang mampu mensubstitusi gandum.

Tercatat, sentra singkong atau ubi kayu ini berada di Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Data tahun  2019, luas lahan pertanaman singkong yaitu 628.305 Ha, dan produksi mencapai 16,35 juta ton, tahun 2020 produksi meningkat menjadi 18,73 juta ton.

Kementan sangat mendorong pola pengembangan hilir supaya bisa menarik hulu, sebab aneka olahan pangan berbasis singkong dapat dikembangkan terutama menjadi tepung untuk bahan dasar makanan. "Kementan fokus membangun skala ekonomi dengan membuat roadmap diversifikasi sumber karbohidrat pengganti beras 2020 – 2024,” kata Suwandi.

Karenanya, strategi untuk mengembangkan industri ubi kayu yaitu market driven pangan lokal, branding pangan lokal sebagai lifestyle, gerakan konsumsi pangan lokal, penyajian pangan lokal di rapat, pertemuan, hajatan, dan hotel cafe restoran. Perda dan Pergub yang memprioritaskan pangan lokal, dan lomba aneka olahan pangan lokal dan kuliner.

Kini singkong dan berbagai jenis pangan lokal lainnya sudah masuk ke jaringan perhotelan. Tujuannya mensinergikan pemanfaatan pangan lokal dengan menggandeng berbagai pihak untuk mempromosikan kekayaan budaya kuliner. Kementan telah membuat MoU dengan Hotel Accor Group sebuah jaringan hotel internasional dari Perancis. Di Indonesia ada 135 hotel jaringan Accor. Pangan lokal yang masuk sudah direalisasikan petani pemasok di Hotel Accor Surakarta, Semarang, Surabaya, Bandung dan lainnya.

 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018