Sunday, 26 June 2022


Lahan Kian Terbatas, Integrated Farming Jadi Solusi

11 Aug 2021, 20:16 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat menjelaskan pola integrated farming di Boyolali | Sumber Foto:Humas Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Boyolali---Kementerian Pertanian mendorong pola integrated farming. Pola ini memadukan pengelolaan pertanian terpadu dalam satu hamparan dengan banyak komoditas yakni tanaman pangantanaman hortikultura, perkebunan, peternakan  dan komoditas pertanian lainnya.

Seperti ketika Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan  berkunjung ke lokasi Integrated Farming  di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali, beberapa waktu lalu.

Pola integrated farming merupakan salah satu cara pemenuhan lumbung pangan yang kini banyak ditekuni petani untuk memenuhi berbagai kebutuhan pangan secara holistik dalam satu lahan. Selain itu, kegiatan ini dalam upaya meningkatkan produktivitas, sehingga stok pangan pada masa pandemi covid 19 dapat dipertahakan dan kesejahteraan petani pun meningkat.

Pada kesempatan itu, SYL juga mendorong serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga menjadi penopang perekonomian nasional.

SYL berharap kepada Bupati bersama Gubernur untuk sama-sama mendorong agar KUR bisa diserap lagi masyarakat menjadi lebih cepat. Dengan begitu, ekonomi dasar yang ada di semua daerah dapat berputar lebih cepat dan memperkuat ekonomi dasar yang berkaitan dengan pangan.

Untuk informasi, di tahun 2021 ini, pemerintah menyiapkan dana KUR pertanian sebesar Rp 70 triliun. Realisasi penyerapan KUR pertanian hingga saat ini mencapai Rp 42,6 triliun atau 60,8 persen. Untuk Provinsi Banten sendiri telah menyerap sebesar Rp 64.6 miliar dari target Rp 1,17 triliun.

"Dengan serapan yang cukup tinggi tersebut KUR sektor pertanian ini layak untuk terus digulirkan guna meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya di masa pandemi covid 19 ini," kata SYL.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, kegiatan Integrated farming di Boyolali bisa menambah penghasilan serta peningkatan kesejahteraan petani, karena memiliki keuntungan ganda bagi petani.

Menurut Suwandi, pola integrated farming menjadi salah satu aksi nyata untuk penyediaan pangan berkualitas, menambah nilai tambah, pengembangan inovasi dan manajemen. “Ini juga contoh nyata pengembangan pertanian yang maju, mandiri dan modern, sehingga ke depan ketahanan pangan kita makin kokoh," katanya

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018