Sunday, 26 June 2022


Peluang Menggiurkan, Pemerintah ajak Petani Kacang Hijau Bermitra

27 Aug 2021, 06:49 WIBEditor : Yulianto

Ini dia kacang hijau Vima 5 | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kacang hijau menjadi komoditas yang potensial sebagai sumber gizi. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan produksinya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, masih terbuka peluang produksi ditingkatkan dengan aplikasi teknologi budidaya kacang hijau yang baik. Dengan penggunaan varietas unggul, hasilnya akan lebih tinggi lagi.

Untuk itu, Suwandi berpesan agar petani bermitra secara konsisten. Apalagi pasar akan terus bagus, karena permintaan sangat tinggi dan pasokan belum banyak. Namun demikian, diingatkan jangan spekulasi terhadap fluktuasi harga sehingga petani kehilangan pasar. Bermitralah dengan mitra yang dapat menjamin kepastian pasar dan harga,” katanya.

Sebagai catatan informasi capaian  luas panen Tahun 2020 seluas  184.470 ha dengan produksi 278.170 ton dan produktivitas 12,04 ku/ha dengan peningkatan 1,69 persen pertahun.

Produktivitas meningkat memperlihatkan adanya peningkatan penggunaan teknologi budidaya kacang hijau,” ujarnya saat seri webinar Propaktani yang diselenggarakan Ditjen Tanaman Pangan, beberapa waktu lalu.

Namun demikian, produktivitas kacang hijau masih bisa dikembangkan dengan meningkatkan teknologi budidaya, seperti penggunaan benih unggul bersertifikat. Apalagi menurut Suwandi, dalam 8 tahun terakhir, pemenuhan kebutuhan kacang hijau masih belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang pengembangan kacang hijau,” katanya. Apalagi saat ini pertanaman kacang hijau masih terkonsentrasi di pulau Jawa, sehingga pengembangan kacang hijau di luar jawa masih terbuka untuk dilakukan.

Hingga kini ada 22 varietas kacang hijau yang telah banyak ditanam petani. Varietas kacang hijau yang telah berkembang seperti Murai, Betet, Kutilang, Perkutut, Vima 1, Vima 2, Vima 3, Vima 4 dan Vima 5.

Selama ini ada dua cara budidaya kacang hijau yang dilakukan petani. Budidaya tanam teratur menggunakan tugal, membutuhkan benih 25-40 kg/ha serta penggunaan herbisida. Serta budidaya tanam secara sebar meskipun benih yang diperlukan lebih banyak 40-60 kg/ha.

Dengan produktivitas 1,5-2 ton/ha, biaya produksi yang dikeluarkan petani bervariasi antara Rp 2 juta hingga 7 juta/ha. Namun petani memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 12-17 juta dalam kurun waktu 2 bulan. Hal ini tentu sangat menarik minat petani untuk berusahatani kacang hijau.

Sementara itu menurut Rudi Iswanto, Peneliti Balitkabi Malang, dalam budidaya kacang hijau diperlukan teknik agar dapat hasil produksi yang tinggi. Syarat yang harus dipenuhi antara lain penyiapan lahan, varietas unggul dan benih bermutu, tanam, pemupukan, pengendalian gulma, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, serta teknologi Pasca Panen Benih. 

"Varietas unggul dan benih bermutu sangat dibutuhkan agar hasil yang diinginkan memuaskan," katanya. Benih bermutu antara lain harus murni dan diketahui nama varietasnya,  daya tumbuh tinggi (minimal 80 persen, tergantung kelas benih) dan vigornya baik,  biji sehat, bernas dan tidak keriput, tidak terinfeksi organisme pengganggu tanaman (OPT), dan  tidak tercampur biji tanaman lain atau biji rerumputan.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018