Sunday, 19 September 2021


Benih Tersedia, Banten Siap Beralih ke Inpari 43 dan 32

09 Sep 2021, 13:39 WIBEditor : Gesha

Panen di Banten | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang --- Provinsi Banten memastikan benih spesifik lokasi seperti Inpari 43 dan Inpari 32 tersedia agar petani bisa beralih. Termasuk pilihan terbaru menggunakan Inpari Nutri Zinc sebagai padi khusus

Sawah seluas 6 hektar terlihat menguning terhampar di Desa Jeruk Tipis, Kec. Kragilan Kab. Serang. Sawah milik Poktan Sri Mulya ini merupakan demplot VUB Padi Khusus dan Spesifik Lokasi yang digelar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten. 

"Demplot VUB tersebut bertujuan untuk memberikan percontohan bagi petani di Provinsi Banten dalam rangka meningkatan produksi melalui penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi khusus dan spesifik lokasi, " ungkap Kepala BPTP Banten Dr.Ismatul Hidayah, SP, MP saat Temu Lapang dan Panen Bersama Anggota DPR RI Komisi IV Dapil 2 Banten, Hj. Nuraeni, S.Sos, M.Si.

Ismatul menjelaskan, total luas lahan Demplot VUB adalah 12 ha, terdiri dari 6 ha di lokasi panen Poktan Sri Mulya tersebut dan 6 ha sisanya berlokasi di Kec. Jombang. 

"VUB yang dikenalkan ke petani pada demplot tersebut adalah yaitu Inpari Nutri Zinc yang tergolong sebagai VUB Padi Khusus, dan Inpari 43 GSR dan Inpari 32 sebagai VUB Spesifik Lokasi, " tambahnya. 

Demplot nantinya memproduksi benih kembali pada kelas SS yang akan disebarkan ke anggota Poktan lainnya. Target bantuan benih dari hasil demplot ini untuk penyebaran ke petani pada musim berikutnya adalah 1.25 ton setara dengan 50 ha. 

Lebih lanjut Ismatul menjelaskan, Inpari IR Nutri Zinc merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi dalam rangka menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu Zinc. Potensi kandungan Zinc pada VUB Inpari IR Nutri Zinc dapat mencapai 34.51 ppm, dengan rata-rata kandungan 29.54 ppm. 

Sedangkan Inpari 43 GSR (Green Super Rice) merupakan jenis VUB Spesifik Lokasi dengan produktivitas tinggi mencapai potensi hasil 9,02 t/ha GKG, rasa pulen, dan tahan terhadap kerebahan. 

"Inpari 32 sudah cukup berkembang di masyarakat Banten. Hal ini karena varietas ini memiliki potensi hasil yang tinggi dan adaptasi yang luas. Selain itu, bentuk tanaman yang tegak dengan daun bendera yang tegak memiliki toleransi terhadap hama dan penyakit cukup baik, " tuturnya. 

Secara fisik bentuk tanaman yang tegak dengan kanopi yang tidak terlalu lebar, memungkinkan intensitas cahaya matahari dapat mencapai pangkal batang lebih tinggi sehingga kondisi lingkungan mikro pada pangkal batang relatif tidak lembab.

Kelebihan lainnya dari varietas ini adalah memiliki rendemen yang cukup tinggi sekitar 56-58 persen. Berdasarkan hasil uji preferensi BPTP Banten terhadap Inpari 32 di berbagai lokasi, menunjukkan rasa nasi dari jenis ini lebih disukai dibanding varietas lain sehingga jenis ini banyak disukai oleh konsumen.

Dalam pertanamannya di demplot, petani juga diperkenalkan pada aneka teknologi yang bisa memdongkrak produksi, mulai dari Sistem Tanam  Jarwo 2:1 dan 4:1, hingga pemupukan menggunakan rekomendasi. 

Dari pendampingan teknologi tersebut, hasil ubinan di lokasi Demplot tersebut adalah 7,3 ton per hektar untuk Inpari 43 dengan kadar air 20 persen, 6,8 fon pernah hektar dengan kadar air 21 persen dan Inpari Nutri Zinc: 5.9 ton/ha dengan kadar air 19 persen. 

Dongkrak Produktivitas

Selain panen bersama di demplot VUB Padi Khusus dan Spesifik Lokasi, dilakukan juga temu lapang bersama petani. Camat Keragilan Dra. Epon Anih Ratnasih M.Si menyambut baik kegiatan BPTP Banten di wilayahnya.

"Desa Jeruk tipis adalah daerah teknis pertanian. Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat tani di wilayah keragilan. Selain itu, sektor pertanian diharapkan juga dapat mendorong percepatan pembangunan jalan di wilayah Jeruk Tipis, " pintanya. 

 

Senada hal tersebut, Sekdis Pertanian Kab. Serang Ir. Irawati Erlina, MSi menyatakan bahwa produktivitas padi di Kab. Serang, baru berkisar 5-6 ton/ha. "Dengan adanya Varietas Unggul Baru ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas padi di kab. Serang. Terhadap kehadiran Inpari IR Nutri Zinc, juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Zinc di Kab. Serang yang sedang memberantas stunting, " jelasnya. 

Sementara itu anggota Komisi IV DPR RI, Hj.Nuraeni, S.Sos, M.Si mengapresiasi BPTP Banten atas kerja kerasnya dalam meningkatkan produktivitas dan nutrisi dengan kehadiran VUB khusus dan Spesifik Lokasi.

"Di Kab. Serang, pertanian masih bertahan di tengah-tengah wilayah industrialisasi. Harapannya, lahan-lahan pertanian tidak berubah fungsi menjadi wilayah industri. Ini menjadi bentuk sumbangsih yang positif pada laju pertumbuhan ekonomi negara, " jelasnya. 

Karenanya, keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh dukungan nyata dari semua pihak pemangku kepentingan baik pemerintah maupun masyarakat khususnya masyarakat tani selaku pelaku utama maupun pihak lainnya" imbuhnya. Hj Nuraeni juga berjanji akan mengawal keluhan petani seperti irigasi dan bendungan ke komisi lain agar masalah ini bisa terselesaikan.

Sebagai penutup acara Temu Lapang, dilakukan penyerahan benih secara simbolis kepada 4 poktan , yaitu Poktan Sri Mulya, Poktan Curbo, Poktan Maju Terus, dan Poktan Tunas Mekar 2 yang masing-masing diterima oleh perwakilan pengurusnya.

Reporter : BPTP Banten
Sumber : BBP2TP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018