Thursday, 23 September 2021


Shorgum Prospeknya Menganggumkan

12 Sep 2021, 17:07 WIBEditor : Yulianto

Sorgum alternatif pengganti beras | Sumber Foto:lipi.go.id

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta,- Shorgum (sorghum bicolor) tanaman serealia cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai adaptasi lingkungan yang cukup luas, khususnya pada lahan kurang produktif. Selain menjadi pangan alternatif Shorgum juga untuk pakan dan industri.

Biji Shorgum mempunyai nilai gizi setara jagung dan tanin yang tinggi. Hanya kandungan tanin (senyawa polifenol) yang tinggi menyebabkan pemanfaatannya masih terbatas.

Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Udayana, Prof.  I Made Agus Gelgel Wirasuta, atau yang biasa dipanggil Prof Gelgel dalam acara Webinar Propaktani Episode 83 melalui zoom & youtube.com/propaktani, tanggal 2 September 2021 mengatakan Shorgum memiliki nilai nutrisi yang tinggi. 

"Selain tinggi protein, Shorgum juga mengandung mikro logam penting bagi tubuh (Mg, Ca, K, F, Mn, Fe, Cu, dan Zn) yang diperlukan untuk meningkatkan metabolism tubuh serta kaya anti oksidan dan kaya serat penting untuk mencegah penyakit degradative, seperti jantung, obesitas, DM-II, anti Aging dan penyakit neurological," ucap Prof Gelgel.  

Melihat potensi yang tinggi dari tanaman Shorgum pemerintah  melalui Kementerian Pertanian mendorong  peningkatan produksi dengan penggunaan benih bermutu. PBT Ahli Madya, Dina, mengatakan “Benih bermutu berpengaruh terhadap produksi dan produktivitas, mutu hasil serta nilai ekonomi produk sehingga meningkatkan pendapatan petani".

Kementan melalui Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan tahun 2021 telah mengalokasi bantuan pengembangan budidaya Shorgum.  Bantuan berupa program pemberdayaan petani produsen benih tanaman pangan (P3BTP) Shorgum.

Sebanyak 3 kabupaten mendapat alokasi bantuan seperti Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT dan Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. “Nantinya benih yang dihasilkan akan di okup untuk memenuhi program tahu 2021 dan selebihnya dijual bebas (free market),” tutur Dina.

Menanggapi program P3BTP Wakil Bupati Lingga Neko W. Pawelloy menyambut baik program dari pemerintah pusat. “Potensi lahan di Kab Lingga terbuka untuk masuknya investor yang akan mengembangkan budidaya shorgum dan hilirisasinya,” ucap Neko sapaan  akrab wakil bupati Lingga. 

Senada dengan Neko, Agustinus Payong Boli Wakil Bupati Flores Timur sangat mengapresiasi program P3BTP dari Kementan, namum Agus Boli merasa perlu peningkatan sarana pasca panen dan pscapanen untuk mendukung dari hulu hingga hilir, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani Shorgum diwilayahnya.

terkait hilirisasi Ketua Koperasi Shorgum Nusantara Jaya, Yudith Wulandari menyampaikan potensi industri pengolahan tanaman Shorgum di Indonesia cukup menjanjikan. mENURUTNYA, seluruh bagian Shorgum itu bernilai, bukan hanya bijinya. Seperti yang kita ketahui, biji Shorgum dapat diolah menjadi tepung Shorgum yang mempunyai pangsa pasar tersendiri di dunia industri pangan dan industri energi/Kesehatan.

"Disamping bijinya, kita dapat memanfaatkan batang manisnya menjadi nira (gula cair/gula kristal) dan bunganya menjadi bunga potong kering (hiasan),” jelasnya  

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyatakan bahwa tahun 2021 memberikan stimuan bantuan pengembangan Shorgum seluas 4.081 hektar serta P3BT. Aspek hilirisasi produk olahan shorgum agar terus ditingkatkan baik skala rumah tangga maupun industri sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dengan target pasar dalam dan luar negeri.

"Pengembangan shorgum ini sejalan dengan Program Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo yaitu pengembangan diversifikasi pangan yang merupakan CB 2 (Cara Berpikir 2)," ungkapnya

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018