Sunday, 26 June 2022


Petani Jagung  Siap Pasok ke Peternak Blitar

20 Sep 2021, 14:55 WIBEditor : Yulianto

Petani jagung Sulut | Sumber Foto:Dok

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sempat kesulitan mendapatkan pasokan jagung untuk pakan, peternak unggas di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, akhirnya bisa  bernafas lega. Selain telah datangnya kiriman jagung bantuan pemerintah, peternak juga telah meneken kemitraa dengan petani jagung.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama antara petani jagung di Sumenep, Bojonegoro, Blitar dan Lamongan dengan peternak Blitar. Diharapkan ke depan pendistribusian jagung ke peternak layer mandiri benar-benar terjamin.

Kerjasama ini berlaku 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang lagi sesuai kebutuhan dan kesepakatan. Pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo mengatakan, surplus jagung di Jatim sebesar 3,9 juta ton pipil kering.

Perkembangan jagung di Jatim berdasar realisasi luas panen mencapai 1,061 juta ha dengan potensi hasil 5,88 juta ton pipil kering. Dengan demikian, adanya kerjasama petani jagung binaan Kementan di Jawa Timur dengan peternak Blitar dapat menjamin harga jagung petani dan pasokan jagung bagi peternak dengan harga yang wajar.

“Kalau hitungan kebutuhan pakan ternak 3,6 juta ton, maka produksi jagung Jatim bisa dikatakan mampu memenuhi. Memang setiap tahun terjadi permintaan jagung baik pakan maupun pangan sehingga memang perlu petani jagung dan peternak duduk bersama mengatasi solusi harga pakan ternak,” ujar Hadi.

Hadi meyakinkan, produksi jagung di Jatim lebih dari cukup. Ini tentunya berdasarkan data sesuai laporan dari Kabupaten-kabupaten tentang kondisi panen jagung. Tanam  jagung akan dimulai di bulan Oktober dan Dinas Pertanian kabupaten akan terus melaporkan data panen jagung secara mingguan.

Sementara itu, Rofi, peternak dari Kelompok Ternak Layer Mandiri Blitar, Senin (20/9) menegaskan, dirinya dan peternak lainnya tetap akan mengutamakan bahan baku pakan dalam negeri yakni jagung yang diproduksi petani dalam negeri.

“Kerja sama petani jagung di Sumenep, Bojonegoro, Blitar dan Lamongan dengan peternak Blitar sangat membantu untuk jaminan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018