Saturday, 29 January 2022


Solusi Stunting, Wagub Inginkan Padi Inpari Nutri Zinc Ditanam di Kalteng

28 Sep 2021, 16:42 WIBEditor : Gesha

Panen Inpari Nutri Zinc | Sumber Foto:BPTP Kalteng

TABLOIDSINARTANI.COM, Pulang Pisau --- Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edi Pratowo S.Sos.M.M mengapresiasi program dan kegiatan yang dilakukan Badan Litbang Pertanian, khususnya BPTP Kalteng dalam mengoptimalkan kinerja program pengembangan Food Estate dan berharap agar padi Inpari Nutri Zinc dapat dikembangkan dan disebar benihnya dalam skala luas kepada daerah daerah di Kalimangan Tengah, terutama yang terindikasi rawan stunting.

"Penanganan stunting harus dimulai dari bahan makanan. Dengan nutrisi yang di berikan dari hasil padi Inpari Nutri Zinc ini, saya yakin bisa membantu agar anak-anak kita tidak lagi stunting di masa yang akan datang," ucapnya ketika bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng disela kunjungan kerjanya (kunker) meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Pulang Pisau menyempatkan melakukan panen Padi Inpari IR Nutri Zinc di kawasan Food Estate (FE), yaitu di kelompok tani Karya Baru Rei 28, Desa Belanti Siam kec. Pandih Batu Kab. Pulang Pisau pada luasan 25 ha.

Pada kunker tersebut Wagub didampingi oleh sejumlah pejabat yakni Sekretaris Daerah Provinsi, Kabid Humas Polda Kalteng, Kasister Korem 102 Panju Panjung,  Kepala Biro Umum Setda, Forkopimda kab. Pulang Pisau, kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikuktura dan Peternakan Prov. Kalteng serta Kepala BPTP Kalteng.

Edi menambahkan, Indonesia hingga sekarang masih menghadapi permasalahan stunting. Mirisnya, Kalteng menjadi bagian 10 Provinsi dengan prevelansi stunting yang tinggi bersama NTT, Sulbar, NTB, 3 Gorontalo, Aceh,  Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. 

Seperti diketajui, Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak sehingga memiliki ukuran tinggi badan lebih rendah (kerdil) dari standar usianya.  Hal tersebut merupakan akibat kekurangan gizi yang kronis terutama pada 1.000 hari pertama hingga usia di bawah tiga tahun (batita). 

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, karena anak-anak yang menderita gizi kronis tidak hanya hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Karenanya, Edi Pratowo berharap pemerintah mensosialisasikan secara masif tentang keunggulan padi Inpari Nutri Zinc yang kaya nutrisi ini.

Harapan Wagub Edi agar petani bisa bertanam Inpari Nutri Zinc ini disambut baik oleh Kepala BPTP Kalteng, Dr. Syamsuddin. Padi Inpari IR Nutri Zinc menjadi terobosan Balitbangtan dalam  menyediakan  varietas Unggul Baru (VUB)  sebagai sumber pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu Zinc.  Fungsi Zinc terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. 

Seperti diketahui, Zinc atau Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan tubuh. Salah satu efek negatif dari kekurangan Zinc adalah dapat menyebabkan stunting. 

"Panen sekarang ini merupakan rangkaian  kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Padi Rawa yang menjadi kegiatan unggulan Badan Litbang Pertanian dalam memperkenalkan inovasi teknologi pertanian secara luas," tuturnya. Pada kesempatan itu juga diserahkan beras inpari Nutri Zinc kepada wakil Gubernur Kalteng oleh Kepala BPTP.   Beras tersebut sudah dikemas dalam satuan per 5 kg adalah hasil panen petani pelaksana demplot hilirisasi teknologi.

Reporter : Dedy Irwandi _BPTP Kalteng
Sumber : BBP2TP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018