Saturday, 23 October 2021


Petani Lampung Antusias Kehadiran BTS

11 Oct 2021, 18:45 WIBEditor : Yulianto

Lokasi BTS di Lampung | Sumber Foto:Humas TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung---Kehadiran BTS (Budidaya Tanaman Sehat) disambut antusias petani di Lampung. Dengan adanya demfarm BTS, petani bisa mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

Seperti diketahui salah satu tantangan terbesar dari upaya pengamanan produksi dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah tingginya penggunaan input agrokimia di tingkat petani.

Penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi berdampak pada kesehatan lingkungan, terganggunya keseimbangan agroekosistem dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia.

Untuk mengurangi dampak input kimiawi pada pertanian di Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan meluncurkan kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat (BTS) di sejumlah provinsi di Indonesia.

Direktur Perllindungan Tanaman Pangan Mohammad Takdir Mulyadi menyampaikan, bahwa kegiatan Dem Area BTS ini diharapkan dapat meningkatkan minat petani untuk berbudidaya tanaman sehat. Kegiatan Dem Area BTS ini dilakukan pada luasan 34.500 Ha tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

Diantaranya, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, NTB dan Sulawesi Selatan. Komponen bantuan yang diberikan adalah benih padi inhibrida, pembenah tanah organik, pupuk hayati, dan pestisida biologi.

"Kegiatan Dem Area BTS bertujuan untuk memberikan contoh dan memotivasi petani untuk menerapkan budidaya tanaman sehat, serta mengelola keberadaan OPT agar tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi," kata Takdir.

Harapannya pegetahuan dan pemahaman petani dalam pengelolaan OPT meningkat. "Kami juga mengajak petani untuk lebih bijaksana dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, dengan menerapkan budidaya tanaman sehat," tambah Takdir.

Salah satu provinsi yang terlibat dalam kegiatan Dem Area BTS adalah provinsi Lampung. Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Bagiyo Warsito menyambut baik adanya kegiatan Dem Area BTS tersebut.

Ia berharap budidaya tanaman sehat pada komoditas padi menjadi percontohan yang baik  bagi petani di Lampung bahwa hasil panennya akan memuaskan, bahkan lebih baik dari budidaya konvensional yang mengandalkan input kimiawi yang tinggi. "Sehingga ramah lingkungan bahkan biaya produksinya pun menjadi lebih rendah karena tidak boros akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi," ujar Bagiyo.

Untuk provinsi Lampung sendiri terdapat 31 kelompok tani yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota mengikuti kegiatan Dem Area BTS. Luas area kegiatan Dem di provinsi Lampung mencapai total 1475 Ha.

Salah satu peserta kegiatan yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Nakan Nakan Jaya Badru Jaman bersyukur dapat mengikuti kegiatan Dem Area BTS karena dapat membantu meningkatkan kesadaran anggotanya untuk mulai meninggalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi secara berlebihan. 

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap petani di wilayah kami sadar bahwa mengunakan bahan alami baik pada pupuk maupun pestisida jauh lebih menguntungkan tidak hanya dari soal biaya tapi juga ramah untuk lingkungan sekitar dan kesehatan kita bersama," kata Badru.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan pentingnya usaha-usaha pengamana produksi pertanian berbasis ramah lingkungan agar pertanian dapat berkelanjutan sesuai Amanah UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

“Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya tanaman sehat demi keberlanjutan pertanian, diharapkan juga kesejahteraan petani turut meningkat," katanya.

Dengan demikian, hal ini turut mendukung percepatan terwujudnya pertanian maju, mandiri dan modern. Hal ini, sesuai arahan Mentan SYL produksi pangan harus jalan terus. "Hhal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga harus dilakukan karena mereka ujung tombak ketahanan pangan negara kita", tegas Suwandi.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018