Sunday, 24 October 2021


Tiga Kecamatan Bandung Barat Lokasi OPIP

13 Oct 2021, 19:40 WIBEditor : Yulianto

Panen IP 400 di Bandung Barat | Sumber Foto:Humas Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung Barat---Bandung Barat menjadi salah satu lokasi  Program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP). Program ini sebagai langkah meningkatkan indeks pertanaman dari dua atau tiga kali tanam dimaksimalkan bisa empat kali tanam setahun.

Tahun 2021 Kementan mengalokasikan 9.800 hektar, salah satunya di Bandung Barat. Adapun lokasi kegiatan OPIP empat kali tanam setahun di Bandung Barat terdapat di 3 Kecamatan dengan luas total 65 ha.

Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Padalarang seluas 15 ha, Kecamatan Cipeundeuy seluas 25 ha, dan Kecamatan Cikalongwetan seluas 25 ha. Lokasi tersebut adalah lokasi dengan cukup air sepanjang tahun. 

Menurut Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Bandung Barat Heru Budi Purnomo, kegiatan OPIP sangat dirasakan manfaatnya dalam peningkatan produksi dan produktivitas. Di lokasi OPIP Kabupaten Bandung Barat produktivitas padi yang semula rata-rata 63 kuintal/hektar naik menjadi 65 kuintal/hektar.

"Dengan teknik budidaya yang intensif yaitu mengunakan benih varietas genjah dan sangat genjah, pengolahan lahan yang dipercepat dan semai benih di luar lokasi pertanaman OPIP, alhamdulillah produktivitas meningkat," ujar Heru. 

Kegiatan panen bersama OPIP  dilakukan bersama dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat di Kelompok Tani Bojongjaya Kecamatan Cipeundeuy pada MTIII  varietas Pajajaran dengan produktivitas sebesar 65 kuintal/hektar.

Kabupaten Bandung Barat berupaya untuk dapat meningkatkan luasan pertanaman dengan OPIP pada tahun 2022 seluas 235 ha di 4 kecamatan. "Kami optimis dengan adanya kegiatan OPIP empat kali tanam setahun dapat meningkatkan produksi dan produktivitas sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya. 

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan tanam empat kali setahun merupakan solusi dari berkurangnya areal lahan karena alih fungsi lahan serta pertambahan penduduk.

Kunci sukses terobosan tanam empat kali setahun adalah benih genjah 75-90 hari, jarak panen ke tanam 5-10 hari dengan alsin, pengendalian hama penyakit ramah lingkungan, serta air tersedia sepanjang waktu dengan teknologi hemat air.

Ia juga menyebut model padi tanam empat kali setahun ini  harus dalam skala luas 500-1.000 ha, dikelola wadah korporasi, integrated farming dari hulu hingga hilir, bisa hasilkan beras premium, serta didukung KUR. Tahun 2021 ada sekitar 98 kabupatan seluas 9.800 ha yang menjadi lokasi program IP 400.

"Tahun 2022 akan ditingkatkan di kecamatan dan kabupaten lain. Harapan kami agar tahun depan ditanam  lebih luas lagi menyebar kecamatan/kabupaten lain ke minimal 30.000 ha hingga 100.000 ha,” kata Suwandi

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018