
Kegiatan P4 Lampung
TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung---Kementerian Pertanian tahun ini meluncurkan kegiatan Pemberdayaan Petani Dalam Pemasyarakatan PHT (P4). Kegiatan P4 dilakukan sebanyak 120 unit tersebar di 12 provinsi, salah satunya Lampung.
Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Bagiyo Warsito menyambut baik adanya kegiatan tersebut di provinsinya. Dengan kegiatan P4 yang diinisiasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, diharapkan dapat menjadi stimulus dan motivasi petani Lampung untuk menerapkan prinsip PHT dalam menjaga pertanamannya.
Salah satu peserta kegiatan P4 di provinsi Lampung adalah Kelompok Tani Harapan Maju di Kabupaten Lampung Tengah. Indra Gunawan, Ketua kelompok tani tersebut mengaku bersyukur kelompoknya bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Pengetahuan kami bertambah terutama mengenai perbanyakan dan aplikasi agens pengendali hayati, pestisida nabati, pemanfaatan perangkap hama, dan tanaman refugia. Kami bisa terapkan langsung di lahan kami,” ungkap Indra.
Indra mengakui, beralih dari pemakaian pestisida kimiawi menjadi menggunakan agens hayati dan pestisida nabati dalam pengendalian hama secara preemptif ternyata mengurangi biaya petani cukup signifikan dan tidak terjadi serangan hama. "Lebih hebatnya lagi hasil ubinan panen kami meningkat menjadi 8 ton/ha setelah mengikuti kegiatan P4 ini," katanya.
Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) adalah teknik atau upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan pendekatan bioekologi. Cara ini dapat mencegah kerusakan dan kerugian tanaman secara ekonomi serta mengupayakan pengendalian ramah lingkungan.
Selain Lampung,provinsi lainnya yang menjadi program P4 adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi, partisipasi dan kemampuan petani dalam melakukan pengelolaan agroekosistem sesuai dengan prinsip dasar PHT," kata Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Takdir Mulyadi. Kegiatan P4 ini bertujuan untuk memasyarakatkan gerakan pengendalian hama terpadu (PHT).
Koordinator Pengendalian OPT Aneka Kacang dan Umbi, Mochamad Amir menambahkan, dengan P4 dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengembangkan dan mengaplikasikan agens pengendali hayati Tujuan lainnya adalah meningkatkan pendapatan petani dari pengembangan agensia hayati/pestisida nabati. "Jika tujuan tersebut tercapai, maka kegiatan ini akan sustainable, dalam hal kontribusi terhadap lingkungan dan terhadap pendapatan petani itu sendiri," katanya.
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi terus mendorong dan mendukung praktek-praktek kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berbasis alami dengan menggunakan agens hayati sebagai bahan pengendaliannya.
"Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya tanaman sehat demi keberlanjutan pertanian, diharapkan juga kesejahteraan petani turut meningkat," katanya.