Monday, 06 December 2021


Denfarm Padi Hibrida Sukses Besar, Apa Komentar Mereka?

22 Oct 2021, 07:53 WIBEditor : Gesha

Panen besar Padi hibrida | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Padi hibrida yang keberadaannya di Indonesia sudah lebih dari dua dekade, hingga kini masih terus-menerus disosialisasikan kepada para petani sebab mempunyai potensi hasil yang lebih besar dibandingkan padi inbrida. Apa komentar anggota Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) yang ikut serta dalam sosialisasi ini? 

Asbenindo, sebuah asosiasi beranggotakan perusahaan-perusahaan perbenihan melaksanakan sosialisasi padi hibrida dalam bentuk DemFarm sejak Juli 2021 hingga panen pada Selasa (19/10) dikemas dalam acara bertema “Farm Field Days Panen DemFarm Padi Hibrida”.

Acara dihadiri langsung oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Muhammad Takdir Mulyadi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Priatna Sasmita, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat.

Varietas yang ditanam dalam DemFarm di lahan seluas 15,6 hektar ini yaitu Hipa 20 dan Hipa 21 (milik BB Penelitian Padi Sukamandi, Kementan), SHS SL-8 (milik PT Sang Hyang Seri (Persero)), PP-5 (milik PT Corteva Agrisciences), Sembada 626 (milik PT Biogene Plantation), Bridantara 8 (milik PT Nusantara Pertanian Indonesia), Mapan P-05 (milik PT Primasid Andalan Utama), Intani 602 (milik PT BISI International, Tbk), serta diikutkan juga varietas inbrida sebagai pendamping yaitu Pak Tiwi -1 (milik PT Agri Makmur Pertiwi) dan Ciherang. Pada proses budidayanya, didukung juga oleh PT Bayer Indonesia untuk penyediaan paket perlindungan tanaman dan PT Polowijo Gosari untuk penyediaan pupuk dan dolomit.

Berdasarkan keterangan Asbenindo, dari ubinan yang telah dipanen didapatkan hasil produksi padi hibrida 9,6 Ton/Ha Gabah Kering Giling (GKG) dan varietas Inbrida sebesar 6,6 Ton/Ha GKG. Pelaksanaan ubinan dibantu oleh Tim Agronomi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi.

“Asbenindo sebagai mitra pemerintah di dalam pembangunan pertanian khususnya di bidang pengembangan perbenihan, sangat siap untuk mensukseskan realisasi pengembangan padi hibrida, tentunya hal ini diperlukan adanya dukungan yang signifikan dari pemerintah dalam bentuk program pengembangan padi hibrida,” kata Ketua Umum Asbenindo, Ricky Gunawan.

Asbenindo optimis bahwa budidaya padi sawah dengan menggunakan benih padi hibrida yang bermutu dan bersertifikat, dan mempunyai keunggulan produktivitas, bisa dijadikan solusi untuk meningkatkan produksi beras nasional. 

Doni, perwakilan dari PT Sang Hyang Seri mengatakan Varietas SHS SL-8 mempunya potensi hasil 14 Ton/Ha GKG, dengan rata-rata hasil 9 hingga 10 Ton/Ha tentunya diiringi dengan teknik budidaya yang benar. 

Suksesnya pertanaman padi hibrida ini juga diakui Ketua Kelompok Tani “Tani Mukti” , H. Naryam. Dirinya sudah lama menjadi  petani di lahan Sang Hyang Seri sejak tahun 1984. "Pertama kali bisa ada hasil yang bagus-bagus seperti ini, biasanya hanya mendapatkan hasil sekitar 3 Ton/Ha. Padi hibrida ternyata tidak sulit memeliharanya, "tuturnya.

Dirinya berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, sehingga membawa kesejahteraan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Ciasem. 

Sementara itu, Aris Hairmansis dari BB Padi mengatakan DemFarm ini BB Padi menanam varietas HIPA 20 dan HIPA 21. Untuk HIPA 21 sudah dilisensi oleh PT TWIIN (Tunas Widji Inti Nayottama). HIPA 20 masih terbuka, bila pengusaha akan melisensi bisa menghubungi Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Balitbangtan. 

Potensi hasil HIPA 20 dan 21 sekitar 11 Ton/Ha, rata-rata hasil 9 Ton/Ha, produksi benih cukup efisien, rata- rata 2 Ton/ha, “ katanya. 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018