Thursday, 21 May 2026


Kacang Hijau Wajo Ramaikan Jawa

03 Nov 2021, 17:15 WIBEditor : Yulianto

Pelepasan pengiriman kajang hijau dari Wajo

TABLOIDSINARTANI.COM, Wajo---Kacang hijau adalah komoditas tanaman pangan yang sekarang diminati beberapa negara, sehingga peluang ekspor kacang tanah semakin terbuka lebar. Namun demikian permintaan di dalam negeri juga cukup besar.

Misalnya saat pengiriman kacang hijau dari Kabupaten Wajo ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Wajo merupakan salah satu sentra komoditi kacang hijau yang sangat menjanjikan. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Wajo meluncurkan pengiriman kacang hijau dari petani wajo ke Pulau Jawa di Pelataran Pasar Sempange Desa Pakkana Kecamatan Tanasitolo, beberapa waktu lalu. 

Pengiriman kacang hijau tersebut dilakukan Bupati Wajo, Perwakilan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan bersama jajarannya, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo Hj. Andi Nurliyani Muliana mengatakan, data potensi tanaman kacang hijau di Kabupaten Wajo dari 14 Kecamatan terdapat 10 Kecamatan yaitu Pammana, Tanasitolo, Majauleng, Maniangpajo Gilireng, Keera, Sabbangparu, Sajoanging, Tempe dan Belawa.

Potensi pertanamannya sekitar 2320 ha dengan produksi sebesar 3.867 ton. Pada tahun 2021 sampai 21 Oktober 2021 penanaman kacang hijau seluas 876 ha dengan produksi 1.556 ton.  Pada tahun 2018 – 2021, produksi kacang hijau Wajo yang dikirim ke Jawa dan Kalimantan mencapai 545 ton dengan nilai harga  sebesar Rp 8,17 miliar.

Dikatakan, ada beberapa strategi untuk meningkatkan produksi  kacang hijau. Pertama, mengubah pola pikir petani dari usaha tradisional konversional menjadi orentasi bisnis yang efisien, efektif, menguntungkan dan berkelanjutan. Kedua, tidak tergerusnya lahan pertanian, khususnya kacang hijau oleh pembangunan atau alih fungsi lahan.  Kedua, memastikan penyedian bibit unggul baru yang produktifitasnya tinggi dan sesuai preferensi petani dengan cukup dan tepat waktu.

Pimpinan Filda 88, Hj. Muliana yang merupakan pedangan pengumpul di Desa Lapaukke Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo mengatakan, kacang hijau dikumpulkan sekitar 30 ton (2 konteiner) dengan waktu sekitar 3 minggu. Semua berasal dari hasil petani Wajo ini menandahkan Wajo adalah salah satu sentra produksi kacang hijau.

Muliana mengatakan, selama Tahun 2021 dari Januari – Oktober , pihaknya sudah mengirim kacang hijau ke Pulau Jawa dan Kalimantan sebanyak 545 ton.  Dengan harga beli di tingkat petani berkisar antar Rp 14.000-19.000/kg. “Pengiriman tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya karena produksi kacang hijau mengalami penurunan karena faktor curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Muliana. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Sekretaris Dinas, Ir. H. Suaib, MP mengatakan, data statistik Kabupaten Wajo merupakan wilayah terbesar penanaman kacang hijau dengan luas sekitar 4.000 Ha disusul Kabupaten Selayar, Jeneponto dan Pangkap. 

Budidaya tanaman ini tidak rentang kena penyakit dan pemeliharaanya sangat mudah Untuk itu diharapkan penanaman dilakukan pada musin kemarau yaitu pada Januari, karena rata- rata harga tertinggi pada Maret dan April sebesar Rp 18.000/kg,” tuturnya.

Sejalan dengan itu Marctsum Simanulang, dari Ditjen Tanaman Pangan menyatakan, pihaknya kini menggiatkan pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi dengan cara maju, mandiri dan modern. Ke depannya nantinya kacang hijau dengan rata-rata pengiriman 40-50 ton/bulan antar pulau, bahkan bisa diekspor ke negara lain. 

“Kita punya alsinta dengan cara terpadu dengan brigade atau bantuan benih dan pasca panen. Kalau memungkinkan untuk ekspor bisa diuji mutu. Apakah memungkinkan persyaratan negara tujuan serta karantina sebagai garda terdepan pendampingan untuk ekspor,” katanya.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud mengharap agar eksportir dapat terus memasok produk yang berkualitas sesuai standar yang disyaratkan negara tujuan. Diperlukan kolaborasi petani, pengusaha, pemerintah, serta penyuluh untuk meingkatkan produksi dan kualitas kacang hijau.

Reporter : A.Mursidah B (Analis Pasar Hasil Pertanian )
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018