Monday, 06 December 2021


Tanam Kedelai, Pemda Kuningan Garap Lahan sekitar Hutan  

16 Nov 2021, 17:52 WIBEditor : Yulianto

Manfaatkan lahan sekitar hutan, Pemda Kuningan tanam kedelai | Sumber Foto:Humas Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Kuningan--- Kementerian Pertanian bersama Pemda Kabupaten Kuningan melakukan gerakan tanam kedelai di lahan masyarakat dekat hutan (LMDH) Gunungsari, Kuningan Jawa Barat bekerja sama dengan perhutani wilayah Jawa Barat.  Benih kedelai tersebut merupakan bantuan pemerintah yang ditanam di lahan seluas 1.165 hektar (ha) lahan tersebar di 12 Kecamatan dengan 53 Poktan.

Mulyono, Kordinator Kedelai Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian berharap pertanaman kedelai bantuan pemerintah pusat kiranya dapat dimanfaatkan. Kabupaten Kuningan mempunyai potensi luar biasa bisa tanam dua kali  dalam satu tahun.

Mulyono, merinci bantuan yang disalurkan TA. 2021 berupa benih, Rhizobium, Pupuk NPK non Subsidi, Herbisida/Pestisida, dan Pupuk hayati Cair. Hingga Oktober tahun ini realisasi pertanaman kedelai mencapai 655 ha dari 1.165 ha total bantuan yang disalurkan. Sedangkan sisanya akan dilakukan penanaman pada November dan Desember ini.

Lahan yang dikelola kelompok LMDH merupakan salah satu sinergitas pemanfaatan lahan Perhutani untuk penanaman tanaman pangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh untuk masyarakat disekitar hutan daerah lainnya.

Dengan memanfaatkan lahan sekitar hutan menjadi potensi peningkatan produksi kedelai nasional di luar lahan baku sawah dan lahan kering. Seperti yang diketahui Indonesia masih sangat tergantung dengan kedelai impor, sehingga diharapkan  kedelai nasional terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Puhun yang mewakili pengurus 9 Kelompok  LMDH penerima bantuan kedelai, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan masyarakat disekitar hutan dan akan mendorong seluruh kelompok untuk bekerja keras dan bekerja bersama agar bantuan pemerintah yang diterima saat ini dapat  menunjang perekonomian masyarakat tani disekitar hutan.

"Saya berharap kiranya Pemda dapat membantu dengan mencarikan  offteker yang akan menampung hasil panen petani LMDH dengan harga yang normal," katanya. 

Kabupaten Kuningan saat ini memiliki lahan seluas 28 ribu ha lahan dan siap menampung dan sudah ada disini paket lengkap. "Tidak perlu khawatir karena ini tahap awal bagaimana kita meyakinkan masyarakat bahwa produk nya sudah ada yang menampun. Mari semua petani sambut niat baik pemerintah," kata Staf Ahli Bupati Bidang pembangunan dan Ekonomi dan merangkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pertaninan, Beni Prihayatno .

Dikatakan, kebutuhan kedelai sangat tinggi dan harus menjadi perhatian kita. “Saya berterima kasih sekali dengan adanya program gerakan tanam kedelai dengan sinergi kerja sama yang baik dari kementerian pertanian dapat memenuhi kebuuhan kedelai," kata Beni.  

Terpisah , Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan pihaknya saat ini tengah menggenjot produksi dalam negeri, langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan stoknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.” Ini bisa kita tanam di lahan apa saja," ujarnya seraya berharap produktivitas bisa ditingkatkan. Selama ini kuncinya ada di benih.

Pada kesempatan ini  di lakukan penandatanganan MOU pembelian hasil panen kedelai yang dilakukan oleh 9 LMDH dengan  off taker CV. Sinar Agro Jaya  Iwan dan disaksikan oleh staf khusus Bupati bidang pembangunan ekonomi. MOU tujuan membantu para petani dalam rangka membantu penjualan hasil dan melakukan proses olahan dan sudah MOU dengan Gakoptindo (gabungan tahu tempe indonesia).

 

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018