Monday, 06 December 2021


Kreasikan Pangan Lokal, Aceh Tamiang Raih Juara II Lomba B2SA Aceh

22 Nov 2021, 12:10 WIBEditor : Gesha

Pangan Lokal dari Aceh Tamiang | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang ---  Dengan kreasi dari aneka pangan lokal, Aceh Tamiang meraih Juara II Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Pangan Lokal yang diikuti 20 Pengurus PKK Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. 

"Lomba cipta menu yang digelar setiap tahun ini sebenarnya sangat baik dan bagus membangkitkan semangat berkreasi guna menghasilkan menu yang sesuai kriteria; beragam, bergizi, seimbang dan aman," tutur Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati membuka lomba ini.

Dyah memberikan contoh pangan lokal, Mie Aceh. Diterangkannya, mie yang digunakan pada pangan khas tersebut semestinya tidak harus selalu berbahan baku terigu, tapi juga bisa dari tepung mokaf.“Tepung mokaf terbuat dari umbi singkong/ubi kayu yang sudah difermentasi, dan kemudian dijemur,” terangnya melanjutkan.

Kepada pemenang, Dyah mengajak supaya tidak berpuas diri. Karena ada hal lain yang segera dikerjakan setelah dari lomba tersebut, yakni mengembangkan menu makanan yang telah diciptakan untuk disebarluaskan kepada masyarakat di kabupaten/kota masing-masing. “Acara ini digelar bukan hanya untuk sekadar mencari pemenang. Tapi lebih dari itu. Para pemenang ini bertanggungjawab untuk mengembangkan menu makanan yang telah diciptakan,” timpalnya.

Terkait penanganan stunting di Aceh, Dyah meminta agar menu makanan berbasis pangan lokal yang telah dilombakan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan pangan penanganan stunting di daerah masing-masing. “Gizi dan protein yang terkandung dalam menu makanan lokal tidak kalah baik dibanding menu makanan dari luar,” bebernya.

Sementra Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kab. Aceh Tamiang, Safuan, SP mengatakan, ia sangat bersyukur atas  perolehan predikat juara. “Alhamdulillah, kita telah berusaha optimal dan berhasil membawa pulang penghargaan,” ujarnya bersyukur.

Menanggapi pernyataan Ketua TP-PKK Aceh saat pembukaan, Safuan berjanji akan menjadikan tugas lanjutan bagi jajarannya. Bersama TP-PKK Aceh Tamiang dan pemangku kepentingan lainnya, pihaknya akan berusaha mengenalkan menu-menu makanan berbasis bahan lokal supaya bisa memasyarakat di Bumi Muda Sedia.

Dalam kesempatan tersebut, Safuan juga menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Bupati Mursil dan Ketua TP-PKK Aceh Tamiang, Dr. Rita Syntia Mursil. Dengan dukungan dari keduanyalah, kontingen lomba B2SA Aceh Tamiang bisa mengkreasikan menu dan memperoleh Juara II dalam even tahunan tersebut.

Aceh Tamiang kali ini menyertakan TP-PKK Kecamatan Banda Mulia sebagai peserta– membawa beberapa resep makanan lokal andalan, yakni Na Bu Melayu (Nasi Ubi Melayu), Anyang Udang Kemahong, Ikan Gabus Asam Pedas, Abon Jantung Pisang, Dendeng Daun Sirih, Kornet Bayam, dan Jus Telang.

Pada lomba yang digelar dan diumumkan, Aceh Tamiang meraih nilai total 83,8. Nilai ini sedikit di bawah Aceh Selatan yang menjadi Juara I dengan raihan total nilai 85, dan di atas Aceh Utara yang mendapat Juara III dengan nilai 82,6. Sementara Simeulue menjadi Juara Harapan pada tahun ini.

Ada empat aspek yang dinilai dewan juri dalam Lomba B2SA berbasis pangan lokal ini, Pertama, resep dengan nilai bobot 50 persen; Kedua, keseimbangan porsi 20 persen. Selanjutnya, Cita rasa 10 persen; Kreativitas 10 persen; dan Nilai bisnis 10 persen.

 

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018