Monday, 24 January 2022


BPTP Aceh Kenalkan Varietas Khusus dan Spesifik Lokasi

30 Nov 2021, 21:46 WIBEditor : Yulianto

Panen demfarm BPTP Aceh | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tenggara---Untuk mendorong peningkatan produktifitas padi sawah serta gerakan swasembada pangan, BPTP Aceh memperkenalkan varietas padi berumur genjah. Kegiatan denfarm berlangsung di Kelompok Tani Sama Rata, Desa Lawe Sagu, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam kegiatan ini dilakukan uji vareitas dan spesifik lokasi. Varietas yang ditanam adalah  Siliwangi Agritan, Cakra Buana Agritan, Mantab dan Inpari IR Nutri Zinc (khusus). Setiap varietas ditanam di lahan seluas 5 ha yang saat ini telah berumur 110 hari. Dari hasil ubinan yang diperoleh produktifitasnya mencapai  6,496 ton/ha gabah kering panen (GKP) atau naik dari sebelumnya 5,5 ton/ha GKP.

Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, M. Ridwan saat panen denfarm berharap petani  dapat mencontoh  pola tanam yang telah dilakukan BPTP Aceh, serta berharap dengan pengenalan varitas baru yang genjah (berumur pendek)  dan turunan F1, sehingga Provinsi Aceh tidak lagi kekurangan benih padi. Selama ini kekurangan benih padi harus dipasok dari Sumatera Utara.

Ridwan mengatakan, dengan program BPTP Aceh yang memperkenalkan varietas yang baru berumur pendek (genjah), Dinas Pertanan harus ikut mengawal dan bertanggung jawab dalam bentuk pendampingan kepada petani. Pengembangan penangkaran benih mutlak sangat dibutuhkan disetiap kecamatan yang di Kabupaten Aceh Tenggara.

Ruslianto, PPL BPP Sepakat Segenap mengatakan, dari luas baku sawah yang ada di wilayah kerja BPP Sepakat Segenep  623 ha. Luasan ini merupakan potensi yang perlu mendapat dukungan penuh pemerintah dalam memfasilitasi pendirian penangkaran benih padi.

Selama ini petani untuk mendapatkan benih Ciherang dan Inpari 32 dengan harga lebih tinggi karena jaraknya dari luar Aceh seperti Medan, Sumatera Utara.

 

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018