Monday, 24 January 2022


Burung Hantu, Cara Alami Kendalikan Hama Tikus di Sawah

04 Jan 2022, 10:48 WIBEditor : Yulianto

Pemasangan rumah burung hantu di Nganjuk | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---“Koreaaak….koreaakkk…….!!!”, teriak seorang pria paruh baya malam itu di teras rumahnya. Di tatar Sunda, ada satu jenis burung yang dikenal sebagai koreak. Burung ini aktif pada malam hari dan biasanya dianggap sebagai pertanda bahwa ada kemalangan atau wafatnya seseorang.

Koreak ini biasa kita kenal sebagai salah satu jenis burung hantu dengan nama latin Tyto alba. Di sektor pertanian, burung ini sangat dekat dengan petani karena menjadi salah satu predator tikus sawah.

“Burung hantu Tyto alba adalah sahabat petani yang memangsa tikus. populasinya di luar sana sebetulnya cukup banyak namun masih banyak orang yang belum tahu perannya di alam dan memburu mereka hanya sekedar untuk hobi atau dijual,” ungkap Abriani Fensionita, Koordinator Substansi Pengendalian OPT Serealia (Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan).

Beberapa waktu yang lalu sempat beredar video tanaman jagung yang tongkolnya habis bersih dalam waktu singkat. Tongkol jagung yang siap panen rusak parah. Kelobot tongkol terbuka, biji jagungnya habis tanpa sisa. Rusaknya tongkol jagung yang siap panen itu disebabkan serangan tikus.

Banyak lagi kasus serangan tikus pada tanaman pertanian yang tidak terekam kamera, seperti pada tanaman padi dan komoditas lainnya. Sebenarnya permasalahan tikus dapat dikelola dengan berbagai cara. Diantaranya penangkapan secara manual secara beramai-ramai/gropyokan, pengumpanan beracun, pengasapan, pemasangan trap barrier system (TBS) dan pemanfaatan musuh alami tikus seperti burung hantu.

Di Indonesia, pengendalian hama berpedoman pada Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yang mengadopsi beberapa teknik pengendalian yang sesuai dengan tahapan perkembangan hama dan tanaman. Teknik pengendalian hama tikus yang saat ini sedang populer adalah pemanfaatan burung pemangsa tikus, burung hantu.

Sebagai predator, lebih dari 90 persen makanan burung T. alba ini adalah tikus. Dibandingkan dengan pemangsa tikus lainnya, burung hantu memiliki beberapa kelebihan yang menyebabkan menjadi predator tikus paling efektif.

Burung ini mampu terbang dan menangkap tikus dalam senyap, tanpa ada suara kepakan sayap karena struktur bulunya yang spesial. Selain itu burung hantu juga memiliki kemampuan dapat mendengar suara tikus dari kejauhan dan dapat melihat mangsa dengan jelas di kegelapan.

Dengan waktu aktivitas yang sama dengan tikus, yaitu pada malam hari, burung hantu sangat ideal dimanfaatkan sebagai pengendali hama tikus. Lalu bagaimana caranya mengendalikan tikus dengan burung hantu?

Burung hantu secara alami tidak memiliki kemampuan membuat sarang. Karena keterbatasannya itu, burung hantu sering dijumpai tinggal di gedung yang jarang didatangi orang, seperti di gedung sekolah, kantor desa, pohon-pohon atau bangunan tua.

Dengan posisi burung hantu yang jauh dari sawah itu, fungsi pengendali hama tikus dirasa kurang maksimal karena tempat tinggalnya jauh dari ladang berburunya. Karenanya maka, perlu upaya memindahkan burung hantu ke sawah. 

Bagaimana caranya? baca halaman selanjutnya. 

Reporter : Julian
Sumber : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018