Sunday, 26 June 2022


Jadi Show Window, Inilah Ketentuan Integrated Farming  

05 Jan 2022, 18:16 WIBEditor : Yulianto

Pertanian terpadu di Sukoharjo | Sumber Foto:Dok. Gussur Ngeblok

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian menjadikan program integrated farming sebagai program super priortas. Seperti apa ketentuan membangun integrated farming?

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Takdir Mulyadi mengatakan, ada beberapa syarat integrated farming antara lain letak strategis/pinggir jalan raya, lahan clear and clean di lokasi eksisting atau lahan baru, dikelola oleh kelompok tani dan SDM yang aktif. Selain itu, diutamakan satu hamparan, dikembangkan sebagai demfarm show window teknologi, bahkan bisa dijadikan agro wisata.

Salah satu integrated farming adalah berbasis jagung. Nantinya di lokasi tersebut dikembangkan budidaya sayuran, pisang, kelapa, itik, ayam dan disiapkan sistem irigasi/embung, pompa, dan alsintan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi  menyampaikan, bahwa integrated farming ini harus disosialisasikan kepada petani dengan bahasa yang lebih sederhana yaitu pertanian terpadu. Dengan demikian akan mudah dicerna dan petani lebih faham program tersebut.

“Namun demikian istilah integrated farming juga harus tetap hidup dan perlu dikenalkan sebagai bentuk edukasi kepada mereka,” katanya.

Dikatakan, integrated farming yang dianjurkan untuk satu kabupaten minimal 2 titik masing-masing seluas 20 ha dengan penanganan intensif. Namun luasan tersebut bukan harga mati, pelaksanaannya bersifat fleksibel menyesuaikan dengan keadaan dan potensi wilayah. “Andai lahan yang tersedia 11,5 ha, itupun bisa dijadikan sebagai tempat kegiatan Pertanian Terpadu,” tegasnya.

Suwandi berharap lokasi integrated farming tersebut nantinya bisa menjadi show windows petani. Untuk itu, perlu diupayakan agar lokasi strategis, mudah diakses, serta jalan yang cukup luas. “Bila memungkinkan jadikan sebagai agrowisata agar sumber penghasilan petani bisa bertambah,” katanya.

Beberapa wilayah yang sudah berjalan program integrated farming ini berada di Wajo.  Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, sistem pertanian terpadu ini merupakan salah satu dari 25 program kerja nyata. Program ini dicanangkan pada Februari 2019.

Sistem Pertanian Terpadu di Wajo katanya, berorientasi pada agrowisata dan agroedukasi. Kawasan  Pertanian Terpadu adalah milik Pemda seluas 20 Ha terletak di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Gunung Kidul, Heri Susanto mengatakan, integrated farming di Kabupaten Gunungkidul berlokasi di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin. Potensi eksisting seluas 24 ha yang berlokasi di Dusun Garotan, Gobeh, Dringo dan Widoro.

Komoditas utamanya adalah jagung dan komoditas hortikultura bawang merah, cabai, sayuran, dan buah semusim. Dalam pelaksanaannya terdapat dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018