Sunday, 26 June 2022


Panen Kacang Tanah, SYL Ajak Kembangkan Integrated Farming

11 Jan 2022, 11:59 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL panen kacang tanah di Sragen | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sragen---Kementerian Pertanian mendorong pengembangan budidaya kacang tanah dengan konsep integrasi farming. Artinya, petani tidak hanya memproduksi kacang tanah, namun juga produksi komoditas lainnya. Hal ini pun merupakan upaya meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada secara optimal.

"Kita akan terapkan teknologi, petani tidak hanya tanam kacang tapi juga bisa disisipkan tanaman kedelai dan jagung serta lainnya akan panen bergantian dalam satu hamparan sehingga stagnasi aktivitas perekonomian masyarakat bisa kita perkecil," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat panen sekaligus hilirisasi kacang tanah di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Senin (10/1).

Kegiatan ini merupakan upaya menggairahkan produksi kacang tanah sebagai pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi strategis dalam meningkatkan langsung perekonomian masyarakat pedesaan. "Saya mau Sragen menjadi kawasan percontohan budidaya kacang tanah hingga hilirisasinya. Kalau Bupati punya semangat tinggi, kita ekspor kacang," kata SYL.

Pada acara tersebut juga hadir Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian. "Saya hadir di sini agar Sragen menjadi lebih maju. Bayangkan 2 tahun kita dihajar covid 19 dan sektor pertanian yang hanya mampu bertahan karena PDB sektor pertanian 2020 tumbuh 16,24 persen di tengah sektor lain turun dan ekspor pertanian pada 2021 meningkat lebih dari 47 persen," tuturnya.

Ia menegaskan Kementan bersama Komisi IV DPR RI dan pemerintah daerah Sragren tak hanya berupaya meningkatkan produksi kacang tanah, namun juga berupaya memastikan jaminan harganya. Salah satunya dengan menggandeng off takker untuk mempertemukan pasar dengan petani sehingga sama-sama mendapat keuntungan.

"Ini adalah yang diharapkan Bapak Presiden, yakni melalukan reguler maksimum. Jadi kegiatan regulernya Bupati kita booster dan mengkorporasikan petani, dimana dari hulu ke hilirnya kita asistensi sampai dengan tingkat off taker atau marketnya disiapkan dengan baik," katanya.

"Upaya mendorong pengembangan kacang tanah ini pun kita intervensi dengan artifiel inteligence, mekanisasi pertanian, penumbuhan petani milenial, dan juga yang terpenting penyiapan Bapak Presiden melalui dana KUR (kredit usaha rakyat,- red) pun harus kita dorong bersama perbankan untuk memudahkan petani mendapatkan modal usaha," pinta SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan, Kementan mendukung upaya diversifikasi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dan menjadikan kacang tanah sebagai komoditas andalan ekspor guna memperkuat pertumbuhan ekonomi makro.

Hal ini optimis dapat diwujudkan mengingat produksi kacang tanah di Indonesia tahun 2020 naik 0,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 437 ribu ton dan komoditas kacang tanah sendiri menyumbang Rp 152,5 miliar dari total ekspor pertanian Rp 352,09 triliun.

"Hari ini kita panen, berikutnya luas tanam kita upayakan meningkat dari tahun kemarin, jadi panennya bisa lebih banyak lagi. Ke depan kita dorong ekspor tidak lagi dalam bentuk komoditi, namun dalam bentuk produk jadi. Ini pentingnya arahan Mentan SYL untuk lakukan hilirisasi produk-produk pangan," ungkap Suwandi.

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menuturkan Sragen merupakan lumbung padi nasional. Pemerintah daerah Sragen pun tengah mendorong pengembangan komoditas lainnya, salah satunya kawasan kacang tanah dengan luas di tahun 2021 sebesar 3.232 ha dan pengembangan di tahun 2022 menjadi 4.390 ha. 

"Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Bapak Menteri Pertanian yang telah banyak menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Sragen. Bantuan meliputi benih padi, kedelai, jagung, porang dan bantuan benih kacang tanah dengan pupuk non subsidi," ucapnya. 

Pada kegiatan ini, Mentan SYL pun menyerahkan bantuan pertanian di antaranya alat mesin pertanian, benih padi, jagung, kedelai, porang dan kacang tanah. Mentan SYL pun menyaksikan penandatanganan MoU Petani dengan PTPN IX dan MoU BUMDes dengan Offtaker kacang tanah.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018