Saturday, 29 January 2022


Diresmikan, Sumatera Utara Punya Pabrik Porang Pertama Berkapasitas 90 Ton

11 Jan 2022, 13:28 WIBEditor : Herman

Peresmian Pabrik Porang CV Serasi Jaya Nusantara | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Deli Serdang --- Porang yang menjadi primadona kini siap dikembangkan di Sumatera Utara. Dengan diresmikan pabrik porang pertama, Provinsi Sumatera Utara siap mengambil bagian dalam menyumbang produk porang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa porang bisa menjadi komoditas ekspor baru yang memberikan keuntungan tinggi dan meningkatkan perekonomian rakyat. Karena itu Kementerian Pertanian menyusun Roadmap Budidaya dan Ekspor Porang 2020-2024 dengan  target pengembangan  100 ribu hektare (ha) pada 2024 dan potensi ekspor sebesar 92 ribu ton chips kering.

Dalam roadmap disebutkan realisasi luas lahan tanaman porang 2020 adalah 19.950 ha dan 2021 adalah 47.641 ha dengan kebutuhan benih adalah 20.000 katak (100 kg/ha). Produksi porang basah yang ditargetkan adalah 10 ton/ha yang akan dibuat berupa tepung glucomannan. Sedangkan, produksi kering dalam bentuk chips adalah 15% produksi basah.

Untuk menjadikan Sumatera Utara penyumbang produksi porang nasional, CV Serasi Jaya Nusantara menyiapkan pabrik pengolahan porang dengan produksi 90 ton per hari. Pabrik porang pertama di Sumatera Utara ini  akan membeli  porang petani dalam jumlah besar dan akan terus dikembangkan. “Petani tidak perlu khawatir dengan penjualan panen porang dengan harga terbaik,” ungkap Direktur CV. Serasi Jaya Nusantara, Zeffry Sutanto saat peresmian pabrik porang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Untuk menggerakkan pertanian porang di Sumatera Utara, CV. Serasi Jaya Nusantara (SJN) didukung oleh PT Digital Handal Indonesia (DHI), perusahaan platform digital  sekaligus pengembang Koperasi Terang Lestari Link (TL-Link). Mereka secara bersama-sama memasyarakatkan porang kepada petani kelas Rumah Tangga di Sumatera Utara.

Didukung Koperasi Digital

Rumah Tangga yang memiliki lahan 100 m2 sudah dapat menjadi petani porang dengan menyediakan lahan, polybag dan pupuk, sedangkan PT DHI akan menyediakan bibit. Nantinya Petani Rumah Tangga yang menanam porang sudah menjadi anggota Koperasi TL-Link, yang akan mendukung budidaya porang hingga panen dan penjualan ke pabrik.

“Jadi petani porang tidak perlu kuatir. Kami membelinya dengan harga terbaik. Kami bekerjasama dengan PT DHI dan Koperasi TL-Link yang juga menyediakan bibit porang. Bahkan Koperasi TL-Link menyiapkan aplikasi Koperasi digital, sehingga usaha porang ini semakin modern dan transparan,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Komisaris Utama PT DHI, San Herib menyatakan bahwa kehadiran PT DHI dengan Koperasi TL-Link ialah ingin berkontribusi kepada masyarakat Sumatera Utara, khususnya petani porang dengan konsep modern melalui digitalisasi koperasi.

“Aplikasi koperasi TL-Link tersedia di playstore. Petani cukup menjadi anggota Koperasi, daftar secara online. Kami juga memberikan sertifikasi untuk bibit porang, sehingga porang yang ditanam, hasilnya benar-benar memenuhi kualitas ekspor,” jelas San Herib.

San Herib juga menyampaikan bahwa PT DHI telah menyediakan lahan pertanian percontohan tanaman porang yang dikelola secara profesional. ia mengajak seluruh masyarakat yang ingin meningkatkan perekeonomian keluarga untuk memanfaatkan kesempatan menjadi petani porang skala rumah tangga.

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara yang mewakili Gubernur Dr Naslindo Sirait, menyampaikan bahwa pemerintah akan memberi bantuan bibit porang kepada petani serta menggandeng perbankan guna mendapat pinjaman bunga rendah kepada petani.

Menurutnya, luas tanaman porang Sumatera Utara 597,61 ha dan mampu memproduksi 5.970 ton, dengan central produksi porang terletak di Langkat, Serdang Bedagai, Batu Bara Tebing Tinggi Asahan, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Simalungun Tapteng, dan Padang Lawas Utara.

Naslindo berharap CV. SJN  dapat menerapkan hilirisasi produksi dan produksi porang berkelanjutan dengan adanya korporasi petani porang menuju ekspor, serta menerapkan GAP (Good Agriculture Praktis). 

Hadir dalam acara peresmian pabrik porang, Komisaris PTPN IV yang juga pembina petani porang, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Kepala BPTP Sumut Dr Khafijah S.P M.P dan pihak Swasta Dr Roderick dari PT PKT, serta petani porang se Sumatera Utara.

Reporter : RE. Gultom
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018