Monday, 23 May 2022


Pemerintah Harapkan IP 400 Jadi Gerakan Daerah

24 Jan 2022, 16:36 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat panen padi di Sukoharjo | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukoharjo---berbagai terobosan dilakukan pemerintah untuk menjaga produksi pangan. Salah satunya melalui IP400 yakni meningkatkan indeks pertanaman yang biasa 2 atau 3 kali menjadi 4 Kali dalam setahun.

“Apakah bisa itu dilakukan?" tanya Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi saat webinar Propaktani dengan hybrid even live di lokasi IP400 Sukoharjo, Kamis (20/1).

Menurut Suwandi, kenyataannya  di Sukoharjo tepatnya di Kecamatan Tawangsari pada tahun 2021 sudah dilakukan pertanamam IP400 dan berhasil, terbukti banyak petani disekitar mengikuti jejaknya dan ditahun 2022  diperluas di Desa Majesto dan sekitarnya.

Suwandi menjelaskan program peningkatan IP400 merupakan terobosan untuk mewujudkan swasembada beras. Sebab, penyediaan pangan tidak hanya ditopang dengan luasan lahan baku sawah, namun dengan dukungan teknologi, mekanisasi, Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan mengedepankan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadikan program IP400 mampu menjadi solusi dalam meningkatkan produksi beras nasional.

Karena itu, Suwandi memberikan apresiasi kepada petani yang mempunyai inisiatif atau terobosan dalam mencoba hal-hal baru di luar kebiasaan. “Mereka adalah petani inovator dan early adopter dengan berani mencoba hal baru untuk menerapkan yang selama ini belum ada yaitu konsep IP400 tanam dan panen padi 4 kali dalam setahun dengan varietas umum genjah diikuti dengan mekanisasi dan dukungan KUR,” ungkapnya.

Suwandi menambahkan program IP400 merupakan gerakan petani untuk melakukan inovasi terhadap hal baru dan ini sifatnya menantang. Ia berharap adanya perluasan gerakan ini yakni dilakukan pada daerah-daerah yang belum mengenal atau belum pernah melihat program IP 400, sehingga terdapat peningkatan yang signifikan dalam produksi padi nasional.

“Hal ini bukan kerja biasa-biasa saja, ini kerja yang luar biasa. Terima kasih kepada para penyuluh dan Kepala Dinas beserta jajaran bagaimana melakukan perubahan termasuk perubahan sosial. Jadi ini tidak hanya rekayasa aspek teknis, tetapi juga rekayasa aspek kelembagaan, sosial, perilaku petani, penguatan kelompok dan aspek bisnis lainnya,” cetusnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018