Monday, 23 May 2022


Panen Awal Tahun, SYL Ingin Pastikan Stok Pangan

24 Jan 2022, 16:52 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL bersama perwakilan FAO panen di Karawang | Sumber Foto:dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang---Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama dengan Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia, melakukan panen padi awal tahun 2022 di Desa Karangpawitan, Kabupaten Karawang. Panen di awal tahun tersebut ingin memastikan stok pangan, khususnya beras aman.

“Kami bersama FAO akan melakukan berbagai akselerasi untuk pertanian di Indonesia,” kata SYL di Desa Karangpawitan, Kabupaten Karawang. Kabupaten di Pantai Utara Jawa Tengah tersebut merupakan sentra pangan nasional.

Menurutnya, pandemi dan perubahan iklim memang telah menjadi tantangan besar bagi pertanian di banyak negara. Karena itu ia berharap dukungan FAO dapat memperkuat sektor pertanian termasuk dalam hal inovasi dan teknologi kedepan.

Kerjasama bersama FAO adalah melakukan mitigasi terhadap tantangan perubahan iklim yang ekstrim. Seperti, melakukan mekanisasi, ataupun menciptakan varietas-varietas yang tahan cuaca.

Kami ajak FAO hari ini ke lapangan untuk bersama menyaksikan bagaimana potensi panen dan produksi padi di Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah penghasil beras terbesar,” katanya.

Produktivitas padi di Karawang selama ini telah berkontribusi maksimal memperkuat stok beras nasional. Secara umum produktivitas padi di wilayah Karawang mampu mencapai 7,2 ton/ha.

Karawang salah satu daerah andalan di Indonesia, produksi padi di daerah ini luar biasa maksimal, tidak ada lagi lahan pertanian yang produktivitasnya dibawah 6 ton/ha. Untuk itu saya minta semua daerah jangan ada yang produktivitasnya di bawah ini. Jangan ada lagi lahan pertanian yang hanya panen 2 kali, harus minimal 3 atau bahkan 4 kali dalam setahun,” katanya.

Ditengah tantangan pemenuhan pangan akibat pandemi dan perubahan iklim yang ekstrim, saya ingin memastikan stok beras nasional hingga awal tahun 2022 dalam kondisi aman. Bahwa upaya peningkatan produksi yang dilakukan akan memberi dampak positif bagi ketahanan pangan nasional.

Menurut SYL, dua tahun ini produksi pertanian semakin bagus, dengan berbagai teknologi dan varietas yang tahan terhadap cuaca. Dengan demikian dirinya yakin ketahanan pangan khususnya stok beras nasional kami dalam kondisi yang baik, bahkan meningkat meski tantangan pandemi belum usai, dan perubahan iklim semakin kuat.

Berdasakan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), Capaian produksi beras 2021 mencapai 31,69 juta ton, naik 0,35 juta ton atau 1,12 persen dibandingkan 2020. Surplus pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 1,65 juta ton. Bila ditambahkan dengan stok awal tahun 2021 (carry over tahun 2020) yang mencapai 7,32 ton maka total surplus beras tahun ini lebih dari 9 juta ton.

  

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018