Tuesday, 17 May 2022


Musyawarah Tudang Sipulung, Tradisi Tahunan Sidrap Tingkatkan Produksi Pertanian

25 Jan 2022, 14:21 WIBEditor : Herman

Tradisi Musyawarah Tudang Sipulang, di Kabupaten Sidrap

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap – Tradisi Tahunan Musyawarah Tudang Sipulung (duduk bersama) yang membahas berbagai hal terkait pertanian tingkat Kecamatan di Kabupaten Sidrap tahun 2022, dimulai. Dua Kecamatan yang mengawali yaitu Kecamatan Panca Lautang dan Kecamatan Tellu Limpoe. 

Kegiatan Musyawarah Tudang Sipulang (MTS) Di Kecamatan Panca Lautang yang berlangsung Senin (24/1), dibuka Camat Panca Lautang, Muhammad Basri. Berlangsung di aula kantor Kecamatan, MTS dihadiri Kelompok Tani, tokoh masyarakat serta para Kepala Desa dan Lurah setempat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa anggota DPRD Sidrap seperti Suchar Syandhiy, H. Sudarmin, dan H. Akhmad. Dan tim dari Kabupaten di antaranya, Kabid Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air, Muhammad Yusuf, dan Kabid Tanaman Pangan, Arief Gunawan.  

Sebagai pembawa materi, Rahman Runa dan Abdul Samiasi, sementara Abdul Samad selaku moderator.

Camat Panca Lautang, Muhammad Basri mengatakan, Musyawarah Tudang Sipulung merupakan wadah membicarakan masalah-masalah pertanian sebagai pedoman pada musim tanam berikutnya.

“Hasil rumusan MTS tingkat Kecamatan ini akan dilanjutkan pada tingkat Kabupaten, dan diharapkan memberi rumusan yang berguna dalam peningkatan produksi guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya. 

Setelah Kecamatan Panca Lautang, kegiatan MTS juga digelar di Kecamatan Tellu Limpoe. Kegiatan dibuka oleh Camat Tellu Limpoe, Asbudi, yang dihadiri unsur muspika setempat. 

Sesuai jadwal, Musyawarah Tudang Sipulung (MTS) tingkat Kecamatan dilaksanakan mulai tanggal 24 hingga 31 Januari 2022.  

Beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi dalam MTS dengan tema " Melalui Musyawarah Tudang Sipulung Terpadu tahun 2022, Kita Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Komoditi Pertanian dengan  Memanfaatkan Strategi dan Upaya Memaksimalkan Kearifan Lokal, Maju, Mandiri dan Modern" ini diantaranya:  

1. Evaluasi musim tanam yang lalu yang berhubungan dengan pola tanam, jadwal tanam, dan ketersediaan sarana produksi serta hal yang dianggap penting lainnya.

2. Evaluasi dampak perubahan iklim yang terjadi untuk kita mewaspadai serangan tikus, hama penggerek batang dan OPT lainnya, sebagai dasar untuk melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan usaha tani. 

3. Evaluasi jaringan irigasi dan ketersediaan air untuk kelancaran kegiatan usaha tani berdasarkan daerah irigasi harus betul-betul menjadi perhatian Dinas PSDA dan UPTD PSDA Kabupaten Sidenreng Rappang. 

4. Evaluasi kebersamaan semua pihak terkait, guna menerapkan sanksi terhadap oknum yang melanggar kesepakatan hasil rumusan musyawarah tudang sipulung. 

5. Evaluasi penyusunan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) benih dan pupuk benar-benar tersedia dan bermutu serta tepat waktu penggunaannya.

6. Evaluasi peningkatan pengetahuan dan dalam keterampilan aparat mendemonstrasikan paket tekhnologi budidaya tanaman pangan melalui kegiatan (demplot/agrosolution) sebagai wujud peningkatan sumber daya manusia bagi petani.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018