Wednesday, 10 August 2022


Besar Manfaat Kesehatannya, Pemerintah Wajib Dorong Hilirisasi Sorgum

15 Feb 2022, 11:07 WIBEditor : Yulianto

Manfaat kesehatan sorgum | Sumber Foto:Dok. Ditjen Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sorgum sebetulnya bukan “barang baru”, karena telah dikenal masyarakat Indonesia sejak zaman nenek moyang. Sorgum bisa menjadi pangan alternatif pengganti beras. Sayangnya, komoditas tersebut seakan-akan “terlupakan”.

Sorgum sangat menarik sebab dapat berfungsi sebagai pangan untuk manusia, dan pakan untuk ternak. Saya telah menanam sorgum di lahan seluas 2,7 hektar,” kata Guru Besar Universitas Udayana, Prof.apt. Dr. rer.nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si.

 

Bagi Agus Gelgel, ketertarikannya mengembangkan sorgum karena kandungan gizi pangan lokal tersebut cukup besar. Dengan dengan kandungan micronutrient dalam sorgum, jika masuk ke dalam tubuh, maka menjadi asupan sehat setiap hari.

Dengan kandungan yang kaya protein, kalsium, kalium, magnesium, mangan, zat besi, fosfor, Vitamin B1, B6 dan B12 ini menurut Agus Gelgel, sorgum layak dikembangkan sebagai pangan alternatif yang menyehatkan dibanding beras.

Setelah saya pelajari, ternyata sorgum juga memiliki antioksidan tinggi dan kadar gula rendah, yang aman untuk penderita Diabetes (DM). Antioksidan dalam sorgum tahan ketika proses pengolahan,” tuturnya.

Agus Gelgel mengungkapkan, setidaknya ada tujuh keuntungan pangan sorgum. Pertama, nilai nutrisi tinggi. Tiap 1 cangkir 192 gram mengandung 22 gram protein. Sorgum mengandung mikro logam penting bagi tubuh (Mg, Ca, K. F, Mn, Fe, Cu dan Zn) diperlukan untuk meningkatkan metabolism tubuh.

Kedua, Indeks Glikemik (IG) rendah, Ketiga, kaya antioksidan dan kaya serat penting untuk mencegah penyakit degradative (jantung, obesitas, DM-II, anti Aging dan penyakit neurogical, Keempat, mencegah kanker. Kandungan fitokimia dalam sorgum berfungsi mencegah kanker pencernaan dan kulit.

Kelima, sorgum itu gluten free, sehingga dapat mencegah penyakit celiac disease. Keenam, Sorgum adalah produk organik. Ketujuh, Sorgum multi fungsi dan guna. “Selain bisa untuk pangan manusia, dari tanaman sorgum juga bisa untuk pakan ternak,” kata Ahli Toksikologi Forensik yang menamatkan Pendidikan S3 nya di Hamburg Universitat, Jerman ini.

Hilirisasi Sorgum

Sayangnya, menurut Agus Gelgel, sorgum sedikit terlupakan. Hal ini tidak lepas dari hilirisasi sorgum yang belum berkembang. Contohnya, tepung sorgum gluten free yang dijual dimarketplace dibanderol jauh lebih mahal dari tepung gandum.

“Seharusnya tidak boleh terjadi bila faktor harga hendak bersaing dengan gandum,” katanyaBahkan dirinya juga prihatin ketika menjumpai sebuah toko produk sorgum di Bali, ternyata yang lebih tertarik membelinya adalah turis mancanegara, dibandingkan dengan turis lokal.

Selain untuk pangan, ungkap Agus Gelgel, sorgum dapat juga sebagai pakan ternak berprotein tinggi. Kandungan protein batang sorgum bisa meningkatkan bobot sapi pedaging hingga 0,9 – 1,6 kg/hari atau meningkatkan produksi susu sebanyak 10 – 15 persen.

Di Bali kini telah dibangun Pusat Pengelolaan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) yaitu di Tabanan, Bangli, dan Karangasem. Bersama tim dan para petani lokal, Agus Gelgel mengembangkan Pertanian Sorgum Terintegrasi dari mulai budidaya hingga produk hilirnya. Diantaranya, pengolahan tepung, pakan ternak, pengelolaan limbah tanaman dan limbah ternak, dan pengolahan bioethanol.

Agus Gelgel saat ini juga mencoba membuat tepung sorgum dari produk petani lokal dari beberapa varietas, ternyata sifat fisika nya berbeda-beda semua. Inilah yang perlu kita buatkan konsep standarisasi untuk food grade,” kata Guru Besar FMIPA Universitas Udayana ini. 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018