Jumat, 14 Juni 2024


Padi Hibrida MAPAN P-05, Hasil Beras Kualitas Super dan Melimpah

21 Apr 2022, 12:49 WIBEditor : Herman

Siswanto Gunakan Padi Hibrida MAPAN P-05 Hasilkan Beras Berkualitas dan Melimpah

TABLOIDSINARTANI.COM, Benih padi hibrida kini banyak dipilih petani karena potensi hasil yang lebih tinggi dari pada padi inbrida. MAPAN P-05 dari PT Primaseed Andalan Utama adalah salah satu benih padi hibrida yang unggul dan bermutu yang telah ditanam oleh petani di sebagian besar wilayah Indonesia.

Siswanto, petani dari dusun Dampit, desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah panen padi pada Kamis (17/3/2022).  Varietas benih padi hibrida yang ditanamnya adalah MAPAN P-05, di lahan tadah hujan seluas 6000 meter persegi.

“Sudah 9 tahun saya selalu menggunakan benih padi hibrida MAPAN P-05 ini. Hasil meningkat 30 – 40 persen, dan musim tahun 2022 ini panen dengan hasil yang terbaik.Saya memperoleh 10 ton GKP (Gabah Kering Panen),” katanya.

Hasil panen raya dengan Dinas Pertanian setempat dilakukan ubinan 2,5 x 2,5 meter diperolah hasil 8,15 kg atau setara dengan 13,04 ton/ha. Kemudian setelah dilakukan pengubinan padi dipotong dengan menggunakan combine harvester dengan hasil 6.028 kg atau setara dengan 10 ton GKP.

“Petani sekitar sangat tertarik menanam MAPAN P-05 sebab hasilnya meningkat signifikan dari 40 karung, setelah tanam MAPAN P-05 mendapatkan hasil 55 karung, ada kenaikan 15 karung. Beras yang dihasilkan berkualitas super, pulen, dan melimpah. Benih MAPAN P-05 menjadi pilihan utama petani di sini,” tutur Siswanto.

Perawatan tanaman padi yang menggunakan benih hibrida MAPAN P-05 ini pun cukup mudah, terpenting menggunakan pupuk kandang. Siswanto bahkan dapat mengurangi penggunaan pupuk N dan tidak menggunakan pupuk urea. Pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan masing-masing kondisi tanah.

Dari 6000 meter persegi lahannya, untuk lahan per 1000 meter persegi, Siswanto menggunakan benih padi MAPAN P-05 sebanyak 6 kg, umur tanam benih 18 HSS, dan umur panennya 103 HST (total umur 121 HSS).

Pemupukan yang dilakukan Siswanto yaitu pupuk dasar umur 1 hari sebelum tanam dosis TSP 100, ZA 75, pupuk susulan 1 yaitu umur 15 HST dosis Phoska 100, pupuk susulan 2 dilakukan pada umur 30 HST dosis Phoska 100, dan pupuk susulan 3 pada umur 45 HST dosis Phoska 100. Total pupuk ZA 75 kg, TSP 100 kg, Phoska 300 kg. 

Lahan tadah hujan milik Siswanto pada musim tanam pertama yaitu padi, kemudian musim tanam kedua tembakau, atau melon, atau jagung.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018