Tuesday, 17 May 2022


Tingkatkan Kualitas Beras dengan Peremajaan Penggilingan Padi

11 May 2022, 14:12 WIBEditor : Gesha

Usaha Penggilingan Padi bisa menggunakan KUR untuk serap gabah petani | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kualitas beras nyatanya sangat dipengaruhi oleh kualitas penggilingan padi. Mulai dari mesin, kapasitas dan kemampuan pelaku usaha penggilingan padi. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ir. Gatut Sumbogodjati, MM dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani "Revitalisasi Penggilingan Padi untuk Meningkatkan Kualitas Produksi" yang digelar Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian bersama TABLOID SINAR TANI, Rabu (11/05) mengatakan Salah satu sarana pengelolaan pangan hulu hilir khususnya pada beras adalah penggilingan padi. 

"Kualitas beras lebih banyak dipengaruhi oleh penanganan pascapanen termasuk yang dilakukan dengan alat penggiling atau Rice Miling Unit (RMU) maupun dengan alat pengering atau Dryer, " sebutnya. 

Karena itu, Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung aspek pengolahan dan penyediaan tanaman pangan, khususnya beras, terus menyalurkan program bantuan pengering dan penggilingan padi/RMU.

"Kami fasilitasi alat pengering dan alat penggilingan padi. Tujuannya tentu supaya petani bisa meningkatkan kualitas produknya dan sekaligus memperoleh harga yang lebih baik,” ujar Gatut. 

Gatut menguraikan, sejak tahun 2017 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menggulirkan bantuan bantuan dryer (vertical dryer) dan RMU sebagai bentuk bantuan peremajaan penggilingan padi. "Penggilingan padi kecil 161.401 unit maka bantuan baru bisa menyentuh 0,8 persen, maka alternatifnya mendorong dengan sumber pembiayaan lainnya, salah satunya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), " tambahnya. 

Selain memberikan fasilitasi dryer dan RMU, Ditjen Tanaman Pangan juga menggulirkan bantuan seperti colour sorter, grading packing dan husker polisher untuk melengkapi unit penggilingan padi. Tercatat sejak 2017 hingga 2021, sudah digelontorkan sebanyak 35 unit colour sorter, 307 unit grading packing dan 132 unit husker polisher. Untuk tahun 2022, ditargetkan ada bantuan sebanyak 5 unit colour sorter (dari dana APBN) dan 78 unit colour sorter  (dari Dana Alokasi Khusus/DAK), ditambah 52 unit grading packing dan 52 unit husker polisher. 

Menurut catatan Gatut dari BPS tahun 2020, penggilingan padi kecil dengan kapasitas produksi kurang dari 1,5 ton per jam mendominasi unit penggilingan padi di Tanah Air dengan jumlah mencapai 161.401 unit. Sedangkan Penggilingan Padi Menengah dengan kapasitas produksi 1,5-3 ton per jam, mencapai 7.332 unit. Dan sebanyak 1.056 unit diantaranya tergolong Penggilingan Padi Besar dengan kapasitas lebih dari 3 ton per jamnya. 

“Penggilingan dan pengeringan kecil, lebih banyak dikelola oleh pengusaha penggilingan. Namun begitu biasanya mereka juga merangkap atau bekerjasama dengan petani/poktan/gapoktan,” jelas Gatut.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018