Kamis, 20 Juni 2024


Saran Otong untuk Sobat Tani

10 Jun 2022, 13:35 WIBEditor : Yulianto

Hama penggerek batang padi | Sumber Foto:Dok. Sinta

Ada beberapa cara mengendalikan hama PBP. Otong Wiranta, Ketua IX KTNA mengatakan, ada beberapa cara penanganan dan pengendalian hama tersebut. Tahap pertama yakni penanganan dan pengendalian sebelum tanam.

“Ini sangat penting karena disesuaikan dengan sifat dari penggerek batang tersebut,” katanya. Untuk itu Otong menyarankan, agar petani mengatur pola tanam untuk memutus siklus perkembangan PBP.

Kedua, lanjutnya, sanitasi lingkungan menjadi sangat penting. Sebab, inang dari penggerek batang padi ini tidak hanya di padi, tapi juga dirumput. Apalagi beberapa jenis ada yang tidak suka cahaya. “Dengan sanitasi lingkungan saat menjelang musim tanam, semua areal dalam keadaan bersih,” ujarnya.

Ketiga pengolahan tanah sempurna menjadi syarat utama budidaya padi, terutama mengurangi timbulnya hama PBP. Pengolahaan tanah sempurna sangat terkait dengan pupa PBP yang bisa berstagnasi selama 6 bulan dalam batang padi yang sudah dipanen. Untuk itu, pengolahan tanah harus sempurna.

Langkah selanjutnya, perendaman air. Jika pupa ataupun larva yang masih tersisa, maka dengan perendaman air bisa mati dan tidak berkembang biak. Itu adalah usaha yang bisa dilakukan petani saat akan melakukan pertanaman,” ujarnya.

Otong juga mengingatkan agar selama musim tanam, petani juga rajin mengamati tanamannya, termasuk saat pembibitan. Jika terlihat ada serangan, maka bisa mengambil kelompok telur. Saat pembibitan menjadi salah satu awal mulainya serangan PBP.

Menurutnya, di pembibitan lebih mudah mendeteksi untuk pengendalian secara fisik, seperti memotong ujung daun tempat tersimpannya kelompok telur. Dengan pengamatan dini, nantinya tidak ada lagi larva yang terbawa dari bibit ke lokasi pertanaman.

Cara lain mengendalikan PBP dengan lampu perangkap. Selain untuk penanggulangan, lampu perangkap juga bisa sebagai pengamatan bagaimana penerbangan hama, terutama penggerek batang.

“Kita bisa ketahui apakah intensitasnya tinggi, menurun atau stagnan. Ini bisa diketahui saat memakai lampu perangkap. Lampu perangkap juga bermanfaat mengurangi keberadaan ngengat,” tutur Otong. 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018