Friday, 01 July 2022


Pengendalian OPT Terakhir, Pakai Insektisida

10 Jun 2022, 14:36 WIBEditor : Gesha

Pengendalian OPT | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Pengendalian hama menggunakan insektisida dapat dilakukan petani sebagai upaya terakhir. Namun Guru Besar Bidang Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, Prof Dadang Hermana mengatakan perlu beberapa hal yang diperhatikan petani dalam pengaplikasian insektisida. 

Guru Besar Bidang Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, Prof Dadang Hermana dalam webinar "Kiat Jitu Kendalikan Penggerek Batang Padi" kerjasama Tabloid Sinar Tani dan FMC di Jakarta, Kamis (9/6) mengatakan penggunaan pestisida (insektisida) bisa dilakukan sebagai cara terakhir dalam pengendalian OPT, khususnya pada daerah yang endemis PBP. Namun dalam pemakaian insektisida perlu memperhatikan jenis pestisidanya, rotasi pestisida, keamanan pestisida, keaslian pestisida dan kesesuaian dengan pertanaman.

Adapun insektisida butiran yang direkomendasikan adalah yang mengandung bahan aktif klorantraniliprol dan fipronil.. Sedangkan Insektisida cair (semprot) yang direkomendasikan adalah yang berbahan aktif klorantraniliprol, fipronil, dimehipo dan bensultaf. “Dalam penggunaan pestisida perlu melakukan rotasi pestisida agar tidak terjadi resistensi di lapangan,” tegasnya.

Pengendalian insektisida ini bisa dilakukan saat jika lebih dari 10 % rumpun padi memperlihatkan gejala sundep atau beluk. Atau penggunaan insektisida dapat dilakukan pada saat setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan sundep rata-rata lebih dari  5 %.

Penggunaan insektisida butiran di persemaian dilakukan jika sekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam. Pada pertanaman, insektisida butiran diberikan terutama pada stadium vegetative dengan dosis 7,5 kg insektisida granula/ha. Pada stadium generatif aplikasi dengan insektisida cair.

Prof Dadang juga menambahkan perlunya petani memilih pestisida-pestisida yang aman untuk lingkungan. Perlu diperhatikan, bahwa sebelum menggunakan produk pestisida, agar membaca dan memahami informasi yang tertera pada tabel yang ada di kemasan. "Jangan pernah tergiur membeli pestisida yang murah di marketplace, terutama dengan tulisan yang tidak kita pahami dengan baik," tegasnya.

Dari survei yang pernah dilakukan IPB University, gagalnya petani dalam pengendalian OPT menggunakan pestisida antara lain karena salah jenis pestisida yang digunakan oleh petani. pengaplikasian yang kurang standar, penggunaan pestisida palsu, dan hama yang kebal (resistensi) karena petani sering menggunakan satu jenis pestisida saja.  

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018