Friday, 01 July 2022


Kendalikan Hama Penggerek Padi dengan Bijak

10 Jun 2022, 18:18 WIBEditor : Yulianto

Gerdal OPT di Sergei | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bagi petani padi, pengerek batang menjadi momok mnekutkan. Bila sudah terkena, impian petani untuk mendapatkan panen melimpah seketika akan sirna. Untuk mengatasi hal tersebut, Prevathon 50SC hadir sebagai insektisida paten mengendalikan pengerek batang padi yang ramah lingkungan.   

Kegananasan penggerek batang dalam menghancurkan tanaman padi sudah tidak diragukan lagi.  Jadi tidak heran bila hama ini menjadi salah satu hama utama tanaman padi. Seperti disampaikan Crop Manager  PT. FMC Agricultural  Manufacturing, Agus Suryanto, bahwa penggerek batang  menyerang dihampir semua stadia tanaman.

Serangan penggerek batang padi juga dapat menyebabkan pengurangan jumlah produksi dan kematian tunas, sehingga menyebabkan kehilangan hasil yang lebih tinggi. “Serangan pengerek batang ini bisa menyebakan kerugian,” kata Agus saat webinar Kiat Jitu Kendalikan Penggerek Batang Padi yang diselengarakan Tabloid Sinar Tani, Kamis (9/6).

Menurut Agus, jika bicara  serangan di fase vegetatif, maka akan sangat berpotensi mengurangi jumlah anakan. Sedangkan bila menyerang di fase generatif, maka akan mengurangi hasil panen yang menyebakan malai menjadi hampa.

Tingginya serangan penggerek batang padi, membuat petani melakukan berbagai cara pengendalian. Salah satunya menggunakan insektisida kimia. Namun Agus melihat masih banyak petani menggunakan insektisida yang tidak terdaftar (resmi), bahkan dilakukan secara terus menerus dan tidak sesuai anjuran.

Selain itu banyak juga petani yang mencampur beberapa jenis insektisida lainnya dengan alasan meningkatkan daya racun pada hama sasaran. Cara itu petani lakukan dengan harapan OPT bisa dikendalikan. Padahal dampaknya justru merusak lingkungan dan petani itu sendiri.

Karena itu Agus mengajak petani untuk menggunakan insektisida dengan lebih bijaksana. Sebab dampak negatif dari penggunaan pestisida yang kurang bijaksana adalah mulai dari rusaknya ekosistem alam, terutama musuh alami, juga kesuburan tanah dan pencemaran air. Belum lagi dampak terhadap tanaman itu sendiri,” ujarnya.

Solusi Pengendalian

Ada beberapa solusi pengendalian pengek batang padi, mulai dari tanam secara serentak untuk memutus siklus hama tersebut. Selain itu menurut Agus bisa dengan memasang perangkap light trap untuk menangkap ngengat. “Ini juga bisa dijadikan salah satu solusi,” ujarnya.

Untuk membantu petani, saat ini FMC mempunyai aplikasi ARC yang sudah berjalan 2 tahun. Tahun lalu, pihaknya sudah uji coba di daerah endemic Jawa Barat yaitu Karawang, Subang dan Indramayu.

Agus menjelaskan, dengan memasang perangkap tersebut setiap 3 hari dilakukan pengamatan. Perangkap tersebut akan memberikan laporan ke aplikasi tersebut. “Petani yang mendownload aplikasi tersebut bisa memonitor populasi hama dari manapun (seluruh Indonesia),” ujarnya.

Bukan hanya itu lanjut Agus, dengan aplikasi ARC, petani akan mendapat informasi jumlah populasi, baik dalam kondisi hijau, kuning atau merah. Warna itu menjadi earle warning sistem agar petani bisa mengedalikan sejak awa mungkin sebelum hama menyerang ke tanaman.

Cara lain menurut Agus, dengan pengendalian secara hayati dengan menjaga ekosistem lingkungan agar populasi musuh alami cukup banyak berkembang. Penggunaan insektisida kimia adalah menjadi solusi terakhir untuk mengendalikan penggerek batang tersebut,” tegasnya.

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018