Thursday, 30 June 2022


Panen MT 1, Petani Batang Kuis Berharap Irigasi Untuk Tingkatkan Produksi

20 Jun 2022, 15:48 WIBEditor : Herman

Panen MT 1 2022 di Kecamatan Batang Kuis, Sumatra Utara | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Deli Serdang --- Ditengah semakin menyempitnya lahan pertanian, beberapa desa di kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang melakukan panen perdana MT 1 2022.  Dengan selesainya Bendungan Serdang di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatra Utara pada 2021, petani yang selama ini memanfaatkan tadah hujan berharap dapat meningkatkan produksi pertaniannya.

Dari beberapa Kecamatan yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Batang Kuis menjadi salah satu daerah yang memiliki area pertanian tadah hujan karena tidak memiliki saluran irigasi.

Kecamatan Batang Kuis yang memiliki wilayah seluas ± 40, 34 Km⊃2;. terletak pada ketinggian 4 – 30 m diatas permukaan laut dan beriklim tropis. Kecamatan Batang Kuis disebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Pantai Labu. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Morawa, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Beringin dan Pantai Labu dan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Percut Sei Tuan.

Seperti disampaikan Koordinator WKBPP Batang Kuis, Junapiah SP, bahwa saat ini terdapat 9 orang PPL yaitu 3 orang ASN dan 6 orang PPPK di Kecamatan Batang Kuis. Tanpa irigasi dan hanya mengharapkan tadah hujan, luas lahan terus berkurang  dari luasan sekitar 1500 ha, saat ini tinggal 1140 ha  Untuk varitas yang direkomendasi untuk ditanam di Batang Kuis ialah inpari 32,

“Sekitar 35 tahun lalu pernah ada DAM air di sungai Sei Belumai untuk mengairi sawah di kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Beringin tetapi pada sekitar tahun 1990 an DAM tersebut pecah diterjang banjir,” ungkapnya.

Ditambahkan Junapiah bahwa saat ini pertanaman di WKBPP Batang Kuis tidak merata karena sawahnya tadah hujan, kalaupun ada yang tanam padi biasanya menggunakan sumur pompa atau sumur dangkal yang dalam hal ini menambah biaya sumur bor dan mesin pompa sehingga bisa tanam 2 kali dalam setahun bila tidak punya sumur bor terpaksa tanam padi satu kali setahun.

Walaupun demikian Junapiah bersama PPL melakukan penyuluhan agar petani tetap bertanam padi 2 kali dalam setahun dengan upaya permohonan bantuan kepada pemerintah bantuan sumur dangkal.

Dalam minggu ini ungkap Jumariah, desa yang baru panen adalah desa Mesjid dengan luas wilayah kerja PPl 250 ha. Desa Sugiharjo dan Desa Paya Gambar. Adapun produktivitas 5,5 – 6,5 ton/ha.

“Untuk harga saat ini Rp 4/800/kg dengan alat panen treser, sedangkan untuk meggunakan combain Rp 5 100,/kg tetapi lama kelamaan turun mencapai Rp 4 000- 4800/kg,” tambahnya.

Hal tersebut dibenarkan PPL WKPP Desa Mesjid, Faridah Hanum Limbong SP, bahkan harga GKP di Batang Kuis lebih rendah didaerah yang ada irigasinya dengan selisih Rp 100-300/kg.

Junapiah, PPL serta petani di Kecamatan Batang Kuis berharap kiranya pemerintah memikirkan bagaimana ada saluran iirigasi, terlebih dengan adanya Bendungan Serdang yang sudah selesai dibangun tahun 2021. yang berada di Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Beringin. Kemudian dengan  adanya irigasi, maka dibuat juga peraturan tentang alih fungsi lahan berkelanjutan sehingga swasembada pangan akan tercapai dan bisa dipertahankan. 

Terjait hal tersebut,  Anggota DPRD Sumatera Utara Dapil Deli Serdang, Drs H.Subandi Bsc membenarkan pentingnya irigasi sebagai urat nadi persawahan. “Karena ini merupakan proyek dari Kementrian PUPR Pusat beliau akan mempetanyakan kapan ini beroperasi irigasi sampai di dua Kecamatan ini,” pungkasnya.

Reporter : Istansu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018