Wednesday, 10 August 2022


Inilah Cara Pesisir Kalbar Menjaga Produksi Pangan

28 Jul 2022, 17:57 WIBEditor : Gesha

Irjen Kementan Jan Maringka | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Singkawang --- Memanfaatkan potensi lokal menjadi upaya kawasan Pesisir Kalimantan Barat seperti Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas tetap menjaga pangan mereka ditengah ancaman krisis pangan global. 

"Inspektorat Jendral bertugas melakukan percepatan agar pembangunan Pertanian berjalan dengan baik melalui direktorat teknis Kementan, " sebut Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan Maringka.

Jan sendiri optimis bahwa Pertanian Tanah Air dalam menghasilkan pangan bagi negeri bahkan dunia bisa berjalan dengan baik ditengah ancaman krisis pangan global. Bahkan terus didorong untuk kemandirian pangan di Indonesia. 

Dukungan percepatan dan program Jaga Pangan ini juga disambut baik oleh Drs. Sumastro, M.Si sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang mendukung penuh langkah Itjen Kementan ini. Bahkan menurutnya dengan luas wilayah 5 kali lipat dibandingkan Kota Pontianak, Singkawang memiliki potensi pertanian yang cukup lengkap mulai dari perkebunan sawit, hortikultura berupa alpukat lilin dan memiliki peternakan terbesar di Kalbar. 

"Kami berupaya untuk mempersiapkan berbagai hal yang mendukung ketahanan pangan di Kota Singkawang. Bahkan kita tengah melakukan diversifikasi pangan lokal, " cetusnya. 

Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, Kota Singkawang menjaga pangan dengan melakukan langkah-langkah seperti Program Pangan Lestari (P2L) untuk memanfaatkan lahan pekarangan guna menggugah kesadaran masyarakat Kota Singkawang dalam ketahanan pangan keluarga. 

Mengenai isu keterbatasan lahan, Pemkot Singkawang terus meningkatkan intensifikasi pertanian daripada ekstensifikasi. Bahkan, tengah dibuat rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Singkawang, Dwi Yanti menambahkan, upaya untuk jaga pangan di wilayahnya dilakukan dengan penyediaan sarana dan prasarana Pertanian seperti penyediaan alsintan, irigasi dan sebagainya. 

Pemanfaatan potensi lokal seperti talas atau keladi juga tengah dilakukan Kota Singkawang untuk peningkatan ekspor ke wilayah lainnya seperti Malaysia. Dalam 1 hektare dapat menanam sekitar 40 ribu batang. Dengan demikian jika per batang saja 0,5 kilogram maka dalam satu haktare bisa sekitar 20 ton - 25 ton.

"Jadi potensial sekali untuk dikembangkan keladi terutama jenis Keladi Singkawang asal Kota Singkawang. Rasanya juga enak dan empuk," katanya.

Untuk di Kabupaten Sambas, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Ir. Musanif MT menambahkan, dalam kemandirian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sambas, pihaknya sudah melakukan banyak hal. Satu diantaranya adalah Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan dengan verifikasi luas baku sawah yang dilakukan pemetaan spasial dan numerik. "Akhirnya didapatkan data yang valid untuk lahan pangan berkelanjutan yang harus dilindungi dan digunakan untuk keberlanjutan pangan, " sebutnya. 

Bahkan program sinergis dari pemerintah pusat terus dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas untuk menjaga ketahanan pangan di daerah. 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018